"Sebagian akan ada di pasar modal. Tentu kita ingin berpihakan pada pasar modal Indonesia. Kita bisa masuk baik di bond ataupun di equity,"
jelasnya lebih lanjut.
Meski sudah terbuka soal strategi, Pandu menutup rapat-rapat soal angka spesifik. Dia enggan merinci porsi pastinya. Alasannya sederhana: khawatir strategi mereka langsung terbaca oleh pemain pasar yang dinilainya sangat cerdas.
"Saya nggak akan juga describe specifically berapa persen, karena pemain-pemain pasar modal ini sangat pinter. Yang pasti kita akan terus berinvestasi di pasar modal Indonesia,"
tandas Pandu.
Jadi, intinya jelas. Danantara siap berburu, tapi dengan kriterianya yang ketat. Pasar tinggal menunggu gerakan-gerakan selanjutnya.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak