Sepanjang Minggu kemarin, ada dua berita utama yang ramai dibicarakan. Pertama, soal penjelasan BEI mengenai fenomena 'saham gorengan' yang kerap bikin resah investor. Lalu, yang kedua, kabar tentang pemerintah AS yang shutdown lagi.
BEI Buka Suara Soal 'Saham Gorengan': Bukan Soal Jenis, Tapi Modusnya
Bursa Efek Indonesia akhirnya angkat bicara. Istilah 'saham gorengan' yang santer beredar, kata mereka, sebenarnya tidak merujuk pada kelompok saham tertentu. Intinya, itu adalah sebutan untuk segala bentuk manipulasi harga di pasar modal.
“Tidak harus saham dari kelompok tertentu. Tetapi seluruh kegiatan yang melakukan manipulasi harga di pasar itu adalah tindak kejahatan pasar modal,” tegas Jeffrey Hendrik, Pejabat Sementara Direktur Utama BEI.
Pernyataan itu disampaikannya di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1). Meski berkomitmen untuk menyelidiki dan menindak tegas, Jeffrey mengakui sampai saat ini BEI masih mendalami siapa saja pelaku yang berada di balik praktik nakal tersebut.
Artikel Terkait
Batam Jadi Percontohan Jargas Rumah Tangga, PGN Siapkan Ribuan Sambungan Baru
Dolar Menguat, Yen Terperosok: Pasar Waspadai Warsh dan Takaichi
Emas Terjun Bebas, Pasar Logam Mulia Diguncang Aksi Spekulan
Guncangan Emas Global: Bencana atau Peluang bagi Saham Tambang Domestik?