Menteri Keuangan: Kepanikan di Bursa Hanya Sentimen, Sistem BEI Tetap Kokoh

- Minggu, 01 Februari 2026 | 04:06 WIB
Menteri Keuangan: Kepanikan di Bursa Hanya Sentimen, Sistem BEI Tetap Kokoh

Ditanya soal peluang penguatan IHSG ke depan, jawabannya lugas dan penuh keyakinan. "Enggak (merah) pasti naik lah pasti naik," tegasnya.

Menariknya, ia justru melihat posisi saat ini sebagai pintu masuk. Dalam siklus bisnis, penurunan tajam seringkali diikuti pemulihan yang kuat. Jadi, ruang untuk rebound masih terbuka lebar, asalkan fundamentalnya tetap terjaga. Memang, risiko selalu mungkin ada. Tapi Purbaya menilai peluangnya kecil, mengingat respons kebijakan yang cepat dan fondasi ekonomi yang dinilainya masih bagus.

"Kalau peluang, kemungkinan selalu ada cuma berapa peluangnya, saya pikir peluangnya kecil, fondasi bagus," ungkapnya.

Lalu, bagaimana data sebenarnya? BEI melaporkan, pada pekan 26-30 Januari 2026, IHSG ditutup di level 8.329,606. Angka itu mencerminkan penurunan 7,37 persen dari pekan sebelumnya. Tekanan jual benar-benar terasa, bahkan memicu pembekuan perdagangan sementara ketika indeks anjlok 8 persen pada Rabu, dan kembali terpuruk 8 persen lagi keesokan harinya.

Kapitalisasi pasar pun ikut menyusut 7,37 persen. Namun, ada sisi menarik dari aktivitas perdagangannya. Justru terjadi peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik, nilai transaksi harian malah melonjak signifikan 29,28 persen, dan volume harian juga tinggi. Ini menunjukkan aktivitas yang sangat sibuk di tengah gejolak.

Sayangnya, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Pada hari terakhir pekan itu saja, mereka melepas saham senilai Rp 1,53 triliun. Secara akumulatif tahun berjalan, pelepasan asing sudah mencapai Rp 9,88 triliun. Data ini tentu menjadi catatan tersendiri di balik optimisme yang coba dibangun.


Halaman:

Komentar