Cekcok Penjahit dan Pelanggan di Badung Viral, Pemilik Akui Kesalahan

- Senin, 20 Juli 2026 | 11:20 WIB
Cekcok Penjahit dan Pelanggan di Badung Viral, Pemilik Akui Kesalahan

Video pertengkaran antara seorang penjahit dan pelanggan perempuan di Badung, Bali, viral di media sosial. Peristiwa itu diduga dipicu oleh kekecewaan pelanggan karena pakaiannya belum selesai dikerjakan sesuai janji.

Tempat usaha jahit tersebut berlokasi di Jalan Raya Subang, Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Badung. Dari video yang beredar, cekcok bermula saat pelanggan mengaku telah menitipkan tiga potong pakaian untuk dikecilkan pada 30 Juni 2026. Penjahit disebut menyanggupi pakaian selesai keesokan harinya, namun saat waktu penyelesaian tiba, pakaian tersebut belum digarap.

Janji demi janji penyelesaian pada hari berikutnya diduga tidak ditepati. Pelanggan yang kecewa kemudian meminta pakaian dan uangnya dikembalikan. Permintaan itu ditolak, membuat situasi memanas. Penjahit diduga melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Bali, mengancam akan mendatangkan tukang pukul, bahkan menyiram sisa makanan dan mengancam dengan tongkat.

Pemilik usaha Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani, buka suara. Ia mengakui telah melontarkan kata-kata kasar saat berselisih dengan pelanggan. "Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya," ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Ia mengaku emosinya terpancing karena dicaci maki lebih dulu saat sedang makan. "Saking emosinya, saya lagi makan dimarahi, dicaci maki. Saya sudah minta maaf dan minta biar menunggu 15 menit saja, tapi dia tidak sabar. Sudah tua malah tiang dimarahi," tuturnya.

Sintya membenarkan adanya keterlambatan pengerjaan. Beberapa baju yang seharusnya diservis belum sempat dikerjakan karena banyaknya pesanan kebaya yang menumpuk. "Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," lanjutnya.

Ia memaparkan total biaya pengerjaan untuk tiga baju milik kekasih pelanggan mencapai Rp75.000, dengan rincian masing-masing Rp25.000 untuk potong dan perbaikan jahit, sementara milik pelanggan perempuan hanya Rp10.000. Sintya menyadari amarahnya hingga melontarkan kata kasar dan berbau SARA hanya spontan akibat kekesalan. Ia menyebut tidak berniat melakukan pengancaman dan emosinya hanya sesaat.

Sintya juga sudah bertemu dengan pacar pelanggan perempuan itu dan saling bermaafan. Kemeja yang sudah diservis telah diserahkan, namun satu kemeja milik pelanggan perempuan belum diambil hingga kini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags