Tablet kini semakin sering diandalkan sebagai alternatif laptop. Desainnya yang ringkas, bobotnya ringan, dan mudah dibawa ke mana saja membuat perangkat ini terlihat praktis untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari. Meski begitu, pengalaman menggunakan tablet belum tentu sama dengan laptop. Masih ada beberapa fitur, aplikasi, atau kebutuhan multitasking yang terasa lebih nyaman, bahkan hanya bisa dilakukan secara optimal di laptop.
Bagaimana pandangan pengguna aktif tablet? Apakah perangkat ini sudah bisa sepenuhnya menggantikan fungsi laptop? Berikut pengalaman mereka.
Pengalaman Pengguna Tablet
Rizky (26), seorang UI/UX Designer, mengandalkan iPad Pro yang dipadukan dengan Apple Pencil dan Magic Keyboard untuk menunjang pekerjaannya. Menurut Rizky, tablet sangat membantunya saat membuat wireframe dan menuangkan ide visual. Berkat dukungan layar sentuh dan stylus, proses brainstorming terasa lebih nyaman dibandingkan menggunakan trackpad atau mouse. Selain itu, daya tahan baterainya juga menjadi nilai tambah.
"Baterainya awet banget. Seharian keliling co-working space tanpa perlu ribet cari colokan," ujarnya.
Meski begitu, Rizky mengaku tablet belum sepenuhnya bisa menggantikan laptop. Menurutnya, manajemen file masih terasa lebih fleksibel di Windows maupun macOS. Keterbatasan tablet sangat terasa terutama saat harus membuka banyak tab sekaligus atau mengekspor file berukuran besar.
Kiara Salindri (30) membagikan pengalamannya menggunakan Samsung Galaxy Tab S9 Ultra. Menurutnya, tablet memang mampu menunjang berbagai aktivitas kerja, tetapi belum bisa sepenuhnya menggantikan laptop. Salah satu alasannya, beberapa situs web masih menampilkan versi mobile sehingga pengalaman bekerja jadi kurang maksimal. Selain itu, saat harus mengolah file Excel dengan ratusan baris data atau rumus yang kompleks, aplikasi versi tablet masih punya keterbatasan.
Meski begitu, Kiara tetap terbantu dengan fitur Samsung DeX yang membuat aktivitas kerjanya lebih nyaman. Baginya, fitur ini memudahkan untuk membaca laporan panjang dengan lebih nyaman, menandatangani dokumen PDF secara instan, dan multitasking dengan membuka hingga tiga aplikasi secara berdampingan.
Sementara itu, Dimas (29) lebih sering mengandalkan Xiaomi Pad untuk membuat konten. Di luar pekerjaan, ia juga memanfaatkan tablet untuk membaca e-book maupun menonton hiburan saat waktu senggang.
"Praktis, ukurannya pas di tas kecil, dan sangat nyaman buat baca e-book atau nonton hiburan pas downtime," katanya.
Meski begitu, ia masih menemukan beberapa keterbatasan. Dukungan dua layar eksternal pada tablet kelas menengah belum optimal. Selain itu, keyboard bawaannya juga terasa kurang stabil saat digunakan mengetik di atas paha.
Dari pengalamannya, Dimas menilai tablet sudah mampu menggantikan laptop untuk kebutuhan ringan, seperti mengetik dokumen, browsing, riset, atau mengedit konten sederhana. Namun, untuk pekerjaan yang membutuhkan performa tinggi, seperti editing video berat, desain profesional, atau multitasking kompleks, laptop tetap menjadi pilihan yang lebih andal.