Spons Cuci Piring Sarang Bakteri, Peneliti Ingatkan Bahaya Tersembunyi

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Spons Cuci Piring Sarang Bakteri, Peneliti Ingatkan Bahaya Tersembunyi

Spons cuci piring yang tampak biasa ternyata bisa menjadi sarang bakteri dalam jumlah sangat banyak, bahkan melebihi benda lain di rumah. Penelitian terbaru mengungkap bahwa bakteri seperti E. coli dan Salmonella dapat bertahan hidup di spons hingga berminggu-minggu, meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan dan keracunan makanan.

Para ilmuwan di Lembaga Federal Jerman untuk Penilaian Risiko (BfR) melakukan penelitian terhadap tiga jenis bakteri penyebab keracunan makanan: E. coli, Salmonella Enteritidis, dan Staphylococcus aureus. Hasilnya, ketiga bakteri tersebut mampu bertahan hidup di permukaan spons cuci piring dengan sangat kuat.

Menurut temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Food Protection, populasi kecil bakteri yang menempel pada spons dapat berkembang biak secara masif dan membentuk koloni stabil yang bertahan setidaknya selama 14 hari. Yang lebih mengkhawatirkan, kondisi ini terjadi bahkan setelah spons dikeringkan.

Ancaman Tersembunyi di Dapur

Temuan ini menyoroti tingkat persistensi kuman penyebab keracunan makanan di lingkungan dapur. "Cukup banyak kasus infeksi akibat makanan berasal dari rumah tangga pribadi, dan infeksi tersebut tidak selalu terbatas pada rasa tidak enak badan selama satu atau dua hari saja," kata Hensel, salah satu peneliti BfR.

Infeksi semacam itu bisa sangat berbahaya bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan orang dengan kondisi kesehatan bawaan. Tim peneliti melacak perkembangan bakteri melalui tiga metode: kultur tradisional, pengurutan DNA, dan mikroskopi konfokal beresolusi tinggi.

Salah satu temuan penting yang mengejutkan adalah spons yang terkontaminasi tidak mengeluarkan bau tidak sedap dan tidak terlihat kotor atau berminyak. Hal ini tentu mengkhawatirkan, sebab bakteri dapat berpindah dengan mudah dari spons yang terkontaminasi ke permukaan terdekat, seperti piring atau talenan yang digunakan untuk memotong sayuran.

Spons merupakan rumah ideal bagi patogen bakteri karena permukaannya yang berpori mampu menyimpan kelembapan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, penting untuk menilai kembali cara menggunakan spons dapur sehari-hari.

Saran dari Peneliti

Frekuensi penggantian spons dapur sebenarnya bergantung pada cara penggunaan. BfR memberikan dua saran praktis: buang spons setelah digunakan untuk membersihkan permukaan yang bersentuhan langsung dengan daging mentah, dan kurangi jumlah bakteri dengan merendam spons dalam air bersuhu di atas 70 derajat Celsius selama minimal dua menit.

Dengan langkah sederhana ini, risiko terpapar bakteri berbahaya dari spons cuci piring dapat ditekan secara signifikan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags