Ulasan smartphone AI portrait tahun ini menyoroti tiga ponsel unggulan: Samsung Galaxy S26 Series, Apple iPhone 17 Series, dan Google Pixel 10 Series. Galaxy S26 mendapat pujian berkat fitur AI edit foto portrait paling lengkap, mulai dari Object Eraser hingga Creative Studio yang memungkinkan pengubahan gaya foto lewat teks. Sementara itu, iPhone 17 tetap menjadi acuan untuk hasil retouching paling natural tanpa perlu pengaturan tambahan, dan Pixel 10 dikenal lewat teknologi Real Tone untuk akurasi warna kulit lintas etnis, meski belum resmi dijual di Indonesia.
Kombinasi fleksibilitas, kelengkapan fitur AI generatif, dan ketersediaan resmi di pasar Indonesia membuat Galaxy S26 menjadi smartphone AI retouch terbaik bagi pengguna yang menginginkan kontrol penuh atas hasil foto portrait.
Apa itu AI Portrait Retouching?
AI portrait retouching adalah proses penyuntingan foto portrait otomatis menggunakan model machine learning yang berjalan langsung di chip AI smartphone begitu rana ditekan. Berbeda dari filter manual di aplikasi edit foto biasa, sistem ini bekerja dalam hitungan detik dan menyesuaikan hasilnya berdasarkan konten foto wajah yang terdeteksi, kondisi cahaya, hingga tekstur kulit.
Istilah retouching mencakup beberapa lapisan teknologi AI yang bekerja bersamaan: facial recognition untuk mendeteksi wajah, skin smoothing untuk mengurangi noise pada kulit tanpa menghilangkan detail, blemish removal untuk menyamarkan noda, lighting optimization untuk menyeimbangkan pencahayaan, dan depth estimation untuk memisahkan subjek dari latar belakang. Kelima lapisan ini menentukan apakah hasil retouching terasa natural atau berlebihan, dan di sinilah reviewer sering menemukan perbedaan mencolok antar merek.
HP dengan Ulasan Terbaik untuk AI Portrait Retouching
Berikut rangkuman ulasan dari berbagai reviewer teknologi untuk tiga smartphone yang paling banyak dibahas sepanjang 2026.
1. Samsung Galaxy S26 Series
Samsung menjadikan AI sebagai senjata utama Galaxy S26 series. Reviewer paling sering memuji Photo Assist dan Object Eraser di aplikasi Gallery, yang bisa menghapus objek pengganggu dari foto potret secara otomatis dengan hasil lebih rapi dibanding generasi sebelumnya. Fitur ini tersedia di seluruh lini Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra. Ada juga Creative Studio yang memungkinkan pengguna mengubah gaya foto hanya lewat perintah teks.
Untuk retouching wajah, Samsung menawarkan kontrol paling detail: slider intensitas smoothing dan menu tersembunyi Photo softening dengan pilihan Medium dan High. Namun, ini juga menjadi titik kritik hasil selfie default kerap dianggap terlalu dihaluskan, bahkan saat fitur beauty dimatikan. Hasil paling natural biasanya baru didapat setelah pengguna mengkalibrasi ulang pengaturan kamera.
Kelebihan: fitur AI edit foto portrait paling lengkap, kontrol manual retouch paling detail, proses AI cepat, tersedia resmi di Indonesia. Kekurangan: hasil default cenderung over-smoothing pada selfie, perlu kalibrasi manual, aplikasi kamera kompleks.
2. Apple iPhone 17 Series
Jika Galaxy S26 dipuji karena fleksibilitas, iPhone 17 justru dipuji karena hasil retouching yang terasa apa adanya. DXOMARK menilai iPhone 17 Pro menghasilkan potret dengan rendering skin tone sangat baik dan detail wajah tinggi. GSMArena mencatat tekstur kulit dan warna terlihat natural, dengan pemisahan subjek dari latar belakang nyaris sempurna. Review dari lux.camera memuji Apple karena tidak menerapkan sharpening berlebihan, membuat foto terasa lebih alami.
Sayangnya, kontrol manual untuk mengatur tingkat retouch di iPhone jauh lebih terbatas. Photographic Styles lebih fokus pada warna dan tone keseluruhan, bukan slider retouch wajah spesifik. Hasil AI generatif untuk mengisi area kosong juga tidak seciamik Galaxy S26.
Kelebihan: hasil retouching paling natural, deteksi subjek-background akurat, detail wajah terjaga. Kekurangan: kontrol manual minim, fitur AI belum selengkap Galaxy AI, AI generatif kurang mumpuni.
3. Google Pixel 10 Series
Pixel membawa Real Tone, inisiatif sejak Pixel 6 yang dirancang agar wajah dari berbagai warna kulit tetap akurat. Di Pixel 10, skala warna diperbarui untuk merepresentasikan spektrum lebih luas. Ini menjadi pembeda kuat, terutama untuk foto grup dengan warna kulit beragam. Namun, pada varian Pixel 10a, 91mobiles menemukan hasil foto siang hari cenderung kemerahan, kurang natural dibanding iPhone 17e.
Catatan penting: Google Pixel belum dijual resmi di Indonesia karena ketentuan TKDN, meski ada pelonggaran aturan sejak awal 2026 yang membuka peluang ke depan.
Kelebihan: Real Tone akurat untuk warna kulit lintas etnis, computational photography matang. Kekurangan: belum dijual resmi di Indonesia, kontrol manual retouch terbatas, akurasi warna pada varian entry-level belum konsisten.
Kapan Fitur AI Portrait Retouching Paling Terasa Manfaatnya?
Untuk selfie harian dan konten media sosial, kontrol retouch Galaxy S26 memudahkan penyesuaian tingkat halus sesuai preferensi. Untuk potret semi-profesional yang ingin langsung dipakai, pendekatan natural iPhone 17 lebih sering dipilih. Kreator konten yang perlu membersihkan background atau mengganti elemen foto akan terbantu oleh Object Eraser dan Creative Studio di Galaxy S26. Untuk foto keluarga, fitur menggabungkan ekspresi terbaik di Galaxy AI relevan, sementara Real Tone Pixel membantu representasi warna kulit beragam.
Mana yang Paling Layak Dipilih?
Tidak ada satu smartphone yang unggul di semua aspek. Namun untuk kebutuhan mayoritas pengguna Indonesia, Samsung Galaxy S26 Series menjadi pilihan paling masuk akal. Alasannya bukan karena hasil retouching otomatis paling natural, melainkan kombinasi fitur AI terlengkap, kontrol manual paling detail, dan ketersediaan resmi yang luas.