Nama El Rumi mendadak menjadi perbincangan hangat setelah terseret isu dugaan pelecehan yang disebarkan oleh akun anonim di media sosial. Kabar ini menjadi salah satu berita terpopuler pada Jumat (21/8), bersama dengan pernyataan Raffi Ahmad mengenai geng motor The Dudas-1 yang genap berusia dua tahun.
El Rumi, putra musisi Ahmad Dhani, dikaitkan dengan tuduhan pelecehan yang mencuat dari sebuah akun di platform Threads. Pelaku yang disebut berinisial EJR itu dikabarkan tinggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menanggapi isu tersebut, kuasa hukum El Rumi, Aldwin Rahadian, angkat bicara dan menegaskan bahwa tuduhan itu serius namun belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Ini tuduhan serius, tetapi identitas pelaku maupun korban masih sangat abu-abu," ujar Aldwin. Pihak kuasa hukum menilai inisial EJR yang beredar belum tentu merujuk kepada El Rumi. Langkah hukum diambil sebagai antisipasi karena privasi dan aktivitas El Rumi terganggu oleh banyaknya telepon klarifikasi yang masuk. Selain membantah dugaan pelecehan, pengacara juga menepis keras rumor penggunaan narkoba yang ikut disangkutpautkan kepada kliennya.
Respons El Rumi dan Peringatan Tegas
Gara-gara tudingan tak berdasar itu, El Rumi merasa syok dan bingung. Banyaknya panggilan telepon untuk konfirmasi membuat aktivitasnya tidak nyaman. Demi menjaga nama baik, pihak El Rumi memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang berniat jahat atau mencoba melakukan pemerasan untuk segera menghentikan aksinya. Mereka juga menantang penyebar isu untuk berani muncul secara resmi ke publik.
Sementara itu, kabar lain yang tak kalah menyita perhatian adalah pengakuan Raffi Ahmad tentang geng motor The Dudas-1. Geng yang dibentuknya bersama kawan-kawan itu ternyata sudah bertahan dua tahun, jauh dari perkiraan awalnya yang pesimistis. "Kirain sebulan bubar," kata Raffi. Namun, kebersamaan mereka justru makin solid. Lewat konten touring yang dikemas apik, The Dudas-1 berhasil menarik jutaan penonton di YouTube RANS Entertainment. Petualangan mereka ke daerah pelosok seperti Natuna hingga Pulau Rote membuktikan pesona Indonesia yang kaya.
Dokumenter Jessica Simpson dan Sekuel Michael Jackson
Dari dunia hiburan internasional, Netflix mengumumkan akuisisi proyek dokumenter tentang perjalanan hidup dan karier Jessica Simpson. Film ini akan disutradarai oleh Joe Pearlman, yang dikenal lewat karya-karya seperti dokumenter Robbie Williams dan Lewis Capaldi: How I'm Feeling Now. Dokumenter ini akan mengupas sisi personal Simpson, dari masa kejayaannya sebagai ikon pop era 2000-an hingga transformasinya menjadi pengusaha sukses.
Di sisi lain, kesuksesan film biopik Michael Jackson berjudul "Michael" yang meraup 1 miliar dolar AS di bioskop dunia akan berlanjut ke sekuel. Film kedua ini akan membahas masa-masa sulit dalam hidup Jackson, termasuk tuduhan pelecehan anak yang menerpanya di era 90-an. Jaafar Jackson, keponakan yang memerankan Michael, mengonfirmasi bahwa sekuel ini akan menyentuh kritik dan tuduhan tersebut. Ia mengaku tidak memiliki kendali atas penulisan skenario, tetapi berharap film ini mampu memberikan sudut pandang yang jarang didengar publik.
"Ini adalah cerita orang lain," ungkap Jaafar kepada GQ Middle East. "Ini adalah ide orang lain tentang apa yang terjadi, dan hal itu didorong oleh sebuah alasan tertentu. Dan itulah masalah utama yang kami hadapi sebagai keluarga, tidak membiarkan suara Michael didengar. Saya pikir itu sangat, sangat penting, terutama pada tahun-tahun terakhir hidupnya," lanjutnya.