Karhutla di Kalsel Capai 6.905 Hektare, Banjarbaru Terparah

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 23:06 WIB
Karhutla di Kalsel Capai 6.905 Hektare, Banjarbaru Terparah

Kalimantan Selatan masih bergulat dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejak Juli lalu. Hingga kini, luas lahan yang terbakar mencapai 6.905 hektare, tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengungkapkan bahwa tercatat 1.651 kasus kebakaran dengan total 8.764 titik hotspot. "Saat ini masih Banjarbaru yang jumlah kejadian serta luas terdampak yang terbesar," ujarnya, Jumat (21/8).

Di Banjarbaru, lahan yang terbakar mencapai 969 hektare, disusul Kabupaten Banjar dengan 403 hektare. Angka ini menjadikan Banjarbaru sebagai wilayah dengan karhutla terluas di provinsi tersebut.

Status Siaga Darurat

Menyikapi kondisi ini, Kabupaten Hulu Sungai Utara menetapkan status siaga darurat karhutla. Sementara itu, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar telah lebih dulu menetapkan status serupa sejak 15 Juli.

Ronny menambahkan, penanganan karhutla tidak lepas dari kendala, seperti sulitnya akses ke lokasi kebakaran dan terbatasnya sumber air. Meski demikian, petugas dan relawan tetap berkoordinasi untuk memadamkan api. "Petugas tetap menjalankan tugas dengan koordinasi yang baik antar relawan. Dibantu pula dari tujuh perusahaan yang menurunkan armadanya. Itu sangat membantu," katanya.

Upaya pemadaman juga melibatkan satuan tugas darat dan udara. Bantuan dari BNPB berupa water bombing dinilai efektif menjangkau titik api yang sulit dicapai petugas darat. "Bantuan dari BNPB berupa water bombing juga dinilai cukup membantu proses pemadaman api di titik hotspot yang sulit dicapai oleh petugas," ungkapnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags