AS Ancam Sekutu dan China Dukung Isolasi Ekonomi Iran

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:36 WIB
AS Ancam Sekutu dan China Dukung Isolasi Ekonomi Iran

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melontarkan peringatan keras kepada negara-negara sekutu dan China agar mendukung kebijakan isolasi ekonomi yang bertujuan "menumbangkan" pemerintah Iran. Washington mengancam akan memberikan konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak mau mendukung langkah tersebut.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pesannya kepada sekutu-sekutu AS, menegaskan bahwa ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia. "Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia. Dan kami mendatangi mereka dengan pesan: apakah Anda berada di pihak kami atau melawan kami?" ujarnya, seperti dilansir AFP dan TRT World pada Jumat (21/8/2026).

Peringatan ini menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya memperingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan "bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun" kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang "SANGAT BERAT".

Saat ditanya apakah AS akan secara khusus menekan China untuk mendukung isolasi ekonomi terhadap Iran, Bessent mengatakan bahwa "akan sangat menguntungkan" jika Beijing turut mendukung langkah ini. Ia beralasan, China memperoleh 50 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk. "Kami meyakini semua pihak ingin Selat (Hormuz) tersebut dibuka kembali, dan harga energi kembali turun. Perlu diingat bahwa China memperoleh 50 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk. Jadi, akan sangat menguntungkan bagi mereka jika turut mendukung langkah ini," cetusnya.

Lebih lanjut, Bessent menyerukan kepada negara-negara lain untuk mendukung langkah AS atau menghadapi konsekuensinya. "Jadi, inilah saatnya bagi sekutu-sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan. Kita akan melumpuhkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan melalui proksi-proksi mereka," tegasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.