Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda penerapan tarif impor sebesar 50 persen untuk sebagian produk asal Kanada, hanya beberapa jam sebelum kebijakan itu dijadwalkan berlaku. Penundaan ini menyusul kesepakatan yang dicapai kedua negara pada Selasa malam waktu setempat.
Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump mengumumkan penangguhan tersebut. "Saya telah menangguhkan tarif 50 persen terhadap Kanada, yang dijadwalkan mulai berlaku besok pagi," tulisnya. "Kanada dan AS, dengan syarat finalisasi dokumen, telah mencapai kesepakatan," lanjutnya.
Tarif yang ditunda ini akan berdampak pada sekitar lima persen dari total barang yang dikirim Kanada ke AS setiap tahun, mulai dari tongkat hoki hingga alat kesehatan. Kebijakan ini didasari Pasal 338 Undang-Undang Tarif Tahun 1930, yang memberikan wewenang kepada presiden untuk mengenakan tarif sebesar 50 persen tanpa melalui investigasi terlebih dahulu.
Sebelum kesepakatan tercapai, Kanada sempat mengancam akan membalas tarif baru apa pun dari AS. Ancaman ini muncul di tengah ketegangan dagang yang telah berlangsung lama antara kedua negara, termasuk soal impor kayu lunak Kanada dan akses AS ke pasar susu Kanada yang dilindungi.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Trump melakukan serangkaian pembicaraan telepon dalam dua hari terakhir, termasuk diskusi pada Selasa sore menjelang tenggat pemberlakuan tarif. Kesepakatan ini menjadi angin segar di tengah hubungan dagang bilateral yang mencapai USD880 miliar per tahun.
Data menunjukkan hampir 72 persen total ekspor barang Kanada tahun lalu ditujukan ke AS. Tarif baru tersebut berpotensi menaikkan harga-harga di AS, sesuatu yang ingin dihindari pemerintahan Trump menjelang pemilu sela pada November mendatang.