Christo Popov Tersingkir di 64 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:45 WIB
Christo Popov Tersingkir di 64 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026

Langkah tunggal putra Prancis, Christo Popov, harus terhenti lebih awal di Kejuaraan Dunia BWF 2026. Unggulan kelima itu ditaklukkan wakil Jepang, Kenta Nishimoto, dalam dua gim langsung 17-21, 19-21 di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India, Selasa (18/8/2026).

Kekalahan ini menjadi kejutan besar mengingat performa impresif Popov sepanjang musim ini. Ia baru saja mengoleksi gelar Kejuaraan Eropa 2026, German Open 2026, dan Japan Open 2026, serta menjuarai BWF World Tour Finals 2025. Namun, di ajang dunia kali ini, ia gagal melewati babak 64 besar.

Bagi Nishimoto, kemenangan ini terasa istimewa. Sebelumnya, ia selalu tersingkir di babak pertama dalam enam turnamen BWF World Tour terakhir. Hasil ini sekaligus menjadi pembalasan atas kegagalannya menyumbang poin bagi Jepang pada Kejuaraan Beregu Asia 2026.

Nishimoto menilai pengalaman bertanding menjadi kunci untuk mengatasi tekanan saat menghadapi lawan yang diunggulkan.

"Saya harus bermain dengan kontrol yang baik karena lawan saya sangat cepat. Saya pemain yang berpengalaman dan hal itu membantu. Christo merupakan salah satu favorit, jadi mungkin dia berada di bawah tekanan besar," kata Nishimoto seperti dikutip dari BWF.

Popov sebenarnya sempat memimpin 18-16 pada gim kedua. Namun, Nishimoto berhasil mengejar dan mengunci kemenangan setelah pukulan mendatar Popov tersangkut di net. Kekalahan ini melengkapi kegagalan Popov yang sehari sebelumnya juga gugur di nomor ganda putra bersama Toma Junior Popov setelah kalah dari Takumi Nomura/Yuichi Shimogami.

Tersingkirnya Popov menyusul kekalahan tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi, dari wakil tuan rumah Ayush Shetty sehari sebelumnya. Gugurnya para pemain unggulan papan atas ini membuat peta persaingan di New Delhi semakin terbuka bagi pemain lain, termasuk dua wakil Indonesia Jonatan Christie dan Alwi Farhan.

Popov mengakui pertandingannya berjalan ketat, namun ia banyak membuat kesalahan sendiri pada fase krusial.

"Pertandingannya sebenarnya berlangsung bagus dan ketat. Dari sisi permainan bulu tangkis, memang bukan penampilan terbaik saya karena saya membuat banyak kesalahan," kata Popov.

Ia menambahkan bahwa Nishimoto tampil lebih baik saat memanfaatkan situasi krusial di lapangan.

"Dia lebih baik dari saya di sisi permainan yang bagus. Pertandingannya 50-50 dan ada lima atau enam situasi penting yang berpihak kepadanya. Pada momen-momen penting, dia bermain lebih baik," ujar Popov.

Popov juga mengungkapkan penyesalannya terkait performa teknis, khususnya saat melakukan pukulan melambung.

"Saya rasa Kenta (Nishimoto) juga melakukan beberapa pukulan yang kurang bagus, tapi dia melakukannya lebih sedikit. Saya rasa dia lebih unggul di sisi-sisi krusial daripada saya, di mana saya kesulitan pada game kedua untuk melakukan pukulan lift," kata Popov seperti dikutip dari Badminton Europe.

Meski kalah, Popov menegaskan status unggulan tidak menjadi beban baginya. Ia menilai Nishimoto memang tampil lebih siap.

"Tekanan tidak membebani saya. Kami harus berada dalam kondisi 100 persen sejak babak pertama. Kenta memang bermain lebih baik," ujar Popov.

Popov mengakhiri keterangannya dengan kembali menekankan pentingnya kesiapan penuh di setiap pertandingan tingkat tinggi.

"Kamu harus siap 100 persen, seperti di putaran pertama turnamen Super 1000, dan Kenta memang bermain lebih baik," ujar Popov.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags