Ribuan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menggelar aksi demonstrasi di kawasan Plaza UOB, Jakarta Pusat, akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB. Pembubaran berlangsung kondusif dan tertib, dan polisi segera membuka kembali ruas Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI yang sebelumnya ditutup.
Setelah massa pergi, arus lalu lintas kembali normal. Kendaraan roda dua dan roda empat yang sempat dialihkan kini dapat melintas seperti biasa, termasuk Transjakarta yang kembali melayani penumpang di koridor tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengapresiasi jalannya aksi yang tertib. Namun, ia mengungkapkan adanya temuan benda tajam yang diamankan petugas. Satgas Gakkum menemukan sebilah pisau yang dibawa oleh seorang oknum berinisial AM, serta sebilah golok yang disembunyikan di dalam sebuah ambulans.
"Pada malam hari ini, kami ingin menyampaikan bahwa pelaksanaan penyampaian aspirasi di depan umum sudah selesai dilaksanakan, berjalan aman dan kondusif. Kami menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang pada hari ini sudah menyampaikan aspirasinya dan semua berjalan kondusif," kata Budi kepada wartawan, Selasa (18/8).
Soal pisau, Budi mengatakan pihaknya masih mendalami apakah oknum tersebut membawa pisau dengan sengaja atau tidak. Sementara golok ditemukan saat petugas mencurigai sebuah ambulans yang melintas di lokasi aksi. Setelah digeledah, golok ditemukan di samping kursi pengemudi.
"Ya, tadi kami sampaikan bahwa pisau ini oknum salah satu mahasiswa, ini masih didalami apakah ada niat sengaja atau tidak sengaja membawa pisau," ujarnya. "Terkait golok, ditemukan pada saat ada ambulans melintas, dicurigai, digeledah, ternyata ada (golok) di sebelah kursi dari pengemudi ambulans. Nah tujuannya apa membawa golok menggunakan ambulans?" tambah Budi.
Budi mengimbau seluruh peserta aksi dan masyarakat untuk tidak membawa benda berbahaya selama demonstrasi. Menurutnya, keberadaan benda tajam dapat membahayakan petugas, massa aksi, maupun warga sekitar.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, seluruh peserta aksi, barang-barang berbahaya, barang-barang benda tajam, ini tidak boleh dibawa pada saat melaksanakan aksi. Kita sama-sama membuat suasana penyampaian pendapat ini tertib, aman, dan nyaman," tegasnya.
Selain temuan benda tajam, Budi juga menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan yang sempat terjadi akibat aksi. Polisi melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka jalur busway dan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif.
"Tadi memang kita lihat bersama, kami juga mohon maaf kepada seluruh masyarakat sempat ada kendala terkait tentang arus lalu lintas, tiba-tiba terjadi stuck. Tetapi kita coba membuat rekayasa lalu lintas, membuka jalur busway dengan membuat alur jalur alternatif lainnya ke wilayah-wilayah alternatif. Tapi alhamdulillah semua juga bisa berjalan dengan baik," kata Budi.
Polisi memilih tidak mengizinkan massa melanjutkan aksi hingga Bundaran HI karena kawasan tersebut dinilai sebagai pusat aktivitas penting di Jakarta. Menurut Budi, Bundaran HI merupakan pusat perekonomian, perbelanjaan, moda transportasi, dan lokasi sejumlah konsulat negara asing. Penggunaan kawasan itu untuk aksi berpotensi menimbulkan dampak lalu lintas yang lebih luas.
"Bundaran HI itu merupakan center of gravity Indonesia. Pusat-pusat perbelanjaan, pusat perekonomian, ada moda transportasi termasuk ada konsulat negara-negara asing," jelasnya. "Apabila terjadi stagnasi arus lalu lintas di wilayah Bundaran HI, ini akan membuat kemacetan sampai Patung Kuda, Semanggi, dan Sudirman. Itu bukan berdampak hanya jalur arteri lain termasuk Slipi dan Gatot Subroto. Ini akan melumpuhkan Jakarta apabila HI digunakan sebagai tempat pelaksanaan penyampaian aspirasi," tambahnya.
Aksi mahasiswa UI kali ini membawa delapan tuntutan utama, mulai dari pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme hingga penurunan harga bahan pokok dan BBM. Setelah seluruh rangkaian aksi selesai dan massa membubarkan diri, situasi di sekitar Plaza UOB dan Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran HI berangsur normal. Aparat gabungan tetap bersiaga untuk memastikan kondisi tetap aman dan kondusif.
Artikel Terkait
Polisi Amankan 21 Orang Bawa Flare dan Bom Molotov Jelang Demo, Semua Dipulangkan
Aksi Demo Mahasiswa Diwarnai Galang Dana untuk Korban Bencana NTT
Mahasiswa Pingsan saat Demo BEM UI, Polisi Beri Pertolongan Medis
Polisi Amankan 21 Orang Bawa Flare dan Botol Diduga Molotov Jelang Aksi di Jakarta