Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sepanjang Juli 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan indeks ditutup di level 6.236, naik 10,51 persen dibandingkan posisi akhir Juni. Kapitalisasi pasar pun ikut terdongkrak, mencapai Rp10.923 triliun atau tumbuh 10,36 persen secara bulanan, meski masih terkoreksi 19,04 persen jika dibandingkan dengan awal tahun.
Sepanjang bulan lalu, terdapat 23 hari perdagangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp329,20 triliun. Adapun volume saham yang diperdagangkan mencapai 655,59 miliar lembar. Di tengah momentum penguatan ini, sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama empat bank BUMN dan emiten LQ45, menjadi motor penggerak utama indeks.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap pergerakan IHSG. Harga sahamnya melonjak 13,96 persen dalam sebulan, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp771,92 triliun. Kontribusinya terhadap indeks tercatat sebesar 68,52 poin. Di posisi kedua, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 11,36 persen, membawa kapitalisasi pasar ke Rp456,13 triliun dan menyumbang 45,27 poin bagi IHSG.
Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menempati urutan ketiga. Saham emiten tambang emas ini melesat 32,26 persen, dengan nilai kapitalisasi pasar Rp297,32 triliun dan kontribusi 42,15 poin terhadap indeks. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang mencatat kenaikan harga 43,58 persen, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan penguatan 8,83 persen.
Daftar 20 saham penggerak IHSG pada Juli 2026 juga mencakup nama-nama seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan kontribusi 25,87 poin, PT Astra International Tbk (ASII) 23,65 poin, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang harganya melonjak 55,98 persen dengan sumbangan 16,13 poin. Saham lain yang turut mendorong indeks antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Fenomena menarik terlihat pada PT Multi Medika Internasional Tbk (MLPT) yang harganya meroket 179,39 persen, menjadikannya salah satu pendorong utama dengan kontribusi 11,64 poin. Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) juga masuk daftar dengan kenaikan 6,01 persen, meski kapitalisasi pasarnya tercatat sama dengan BBRI, yakni Rp456,13 triliun.
Dari sektor energi, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (BYAN) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turut memberikan andil, masing-masing dengan kontribusi 9,78 poin dan 8,14 poin. Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau yang kini dikenal dengan kode EMAS mencatat kenaikan 17,86 persen, diikuti PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang melonjak 61,97 persen.
Lengkapnya, berikut 20 saham dengan kontribusi terbesar terhadap IHSG sepanjang Juli 2026: BBCA ( 68,52 poin), BBRI ( 45,27), AMMN ( 42,15), BRPT ( 32,53), BMRI ( 27,79), TLKM ( 25,87), ASII ( 23,65), VKTR ( 16,13), BRMS ( 12,80), BBNI ( 12,21), BUMI ( 12,14), MLPT ( 11,64), DCII ( 11,07), TPIA ( 10,61), BREN ( 10,08), BYAN ( 9,78), EMAS ( 9,30), DEWA ( 8,14), MDKA ( 8,07), dan MPRO ( 7,78).
Dengan penguatan yang cukup merata, IHSG berhasil mempertahankan tren positifnya. Meski demikian, para pelaku pasar tetap mencermati perkembangan global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan indeks ke depan.