Seorang wisatawan asal Jerman dan seorang warga Jakarta memiliki alasan berbeda untuk datang ke Bundaran HI pada perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, namun keduanya sama-sama mendapatkan pengalaman berkesan tentang Indonesia.
Andre, turis Jerman yang sedang berlibur bersama keluarga, sengaja datang untuk merasakan atmosfer masyarakat dan mengenal budaya Indonesia. Sementara itu, Dian, warga Jakarta, ingin menikmati kemeriahan karnaval dan melihat pesan toleransi yang dibawa rombongan Kementerian Agama.
“Kami melihat bahwa Indonesia sedang merayakan hari nasional. Kami, saya, istri, dan anak-anak berkata, oke, kami harus melihatnya karena ini cara terbaik untuk merasakan masyarakat Indonesia. Untuk memahami sedikit tentang budaya, kultur, keberagaman,” kata Andre, Selasa (18/8/2026).
Andre menghabiskan liburan tiga minggu di Indonesia. Satu minggu pertama ia jelajahi Jawa, dan dua minggu berikutnya akan dihabiskan di Bali. Di Bundaran HI, ia menyaksikan iring-iringan kendaraan hias dalam Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara, yang menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan.
Meski tidak memahami bahasa Indonesia, Andre mengaku tetap menikmati momen tersebut. “Tidak mudah untuk memahami semuanya karena kami memahami bahasa Jerman dan juga bahasa Inggris. Tetapi dengan bahasa Anda, tentu tidak mudah bagi kami. Namun, sangat menyenangkan berada di sini dan perlahan kami melihat keberagaman,” ujarnya.
Ia juga mengagumi bagaimana masyarakat Indonesia hidup berdampingan dengan damai. “Sangat menyenangkan melihat orang-orang hidup bersama dengan berbagai agama, bersama-sama dengan bahagia. Itu sesuatu yang bisa kita pelajari,” kata Andre.
Salah satu kendaraan hias yang melintas adalah rombongan Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah. Kendaraan nomor empat dalam urutan karnaval itu membawa pesan “Toleransi, Fondasi Pembangunan Bangsa”.
Dian tiba di Bundaran HI sekitar pukul 19.00 WIB setelah mendengar kawasan tersebut ramai. Ia ingin melihat langsung suasana perayaan kemerdekaan. “Bener-bener seru banget, rame banget. Kita gak ekspektasi bakalan ada pawai-pawai segala. Betul, kita jadi tahu juga beberapa program-program pemerintah. Kayak tadi ada Sekolah Rakyat, terus ada yang magang gitu,” kata Dian.
Kendaraan hias Kementerian Agama menjadi salah satu yang menarik perhatian Dian. “Keren sih, jujur. Kita baru tahu juga ternyata Kemenag sama Kemenhaj itu sekarang udah beda ya, Kak. Terus tadi ngelihat rombongan, sangat tercermin keberagamannya sih. Dan bisa memperlihatkan ke masyarakat bahwa itu loh yang selama ini digaungkan oleh Kemenag soal toleransi di Indonesia,” ujarnya.