Gelandang asal Spanyol, Rodri, selangkah lagi akan memperkuat Barcelona. Manchester City telah sepakat melepas pemain berusia 29 tahun itu dengan nilai transfer 60 juta euro, plus bonus yang bisa membuat totalnya melebihi 70 juta euro. Kesepakatan ini tercapai setelah negosiasi yang alot antara kedua klub.
Rodri, yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2026, kini tinggal menjalani tes medis sebelum diperkenalkan secara resmi sebagai pemain anyar Barcelona. Ia mengaku senang bisa tiba di klub Catalan tersebut dan menyebutnya sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.
"Senang bisa tiba, beberapa hari terakhir sangat menegangkan, saya sangat gembira berada di sini," kata Rodri dalam siaran Jijantes FC, Selasa (18/8/2026). "Bermain untuk Barcelona adalah sebuah mimpi. Kami akan mengincar Liga Champions dan semua gelar lain yang akan kami raih," ucapnya.
Rekam Jejak Rodri di Manchester City
Rodri bergabung dengan Manchester City dari Atletico Madrid pada musim panas 2019 dengan nilai transfer 70 juta euro. Selama tujuh musim membela The Citizens, ia mencatatkan 298 penampilan dan mempersembahkan 12 trofi, termasuk empat gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions.
Kehadiran Rodri diharapkan dapat membuat lini tengah Barcelona semakin solid dalam menguasai pertandingan. Dengan pengalamannya membawa Manchester City meraih gelar juara Liga Champions untuk pertama kalinya, publik Barcelona pun berharap hal serupa bisa terulang di Camp Nou.
Peluang Barcelona di Liga Champions
Barcelona sendiri sudah lama tidak merasakan manisnya gelar Liga Champions. Terakhir kali mereka menjadi juara adalah pada musim 2014-2015. Dengan tambahan Rodri dan sejumlah pemain anyar lainnya, skuad asuhan Hansi Flick pun dinilai semakin komplet dan siap bersaing di kompetisi tertinggi antarklub Eropa.
Meski demikian, jalan menuju trofi Liga Champions 2026-2027 tidak akan mudah. Persaingan ketat dari klub-klub raksasa Eropa lainnya tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi Barcelona. Kehadiran Rodri tentu menjadi suntikan moral, tetapi keberhasilan di lapangan tetap menjadi penentu.