Tim nasional voli putra Indonesia meningkatkan porsi latihan fisik hingga 80 persen dalam pemusatan latihan di Padepokan Voli Sentul menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Langkah ini diambil untuk memulihkan daya tahan dan kebugaran atlet setelah menjalani jadwal kompetisi yang padat.
Pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Reidel Toiran, memprioritaskan latihan fisik di gym, ruang aerobik, hingga lapangan pasir sebelum beralih ke pemantapan taktik. Evaluasi dari AVC Men's Cup dan SEA V Cup menunjukkan penurunan performa akibat kelelahan dari mobilitas turnamen yang tinggi.
"Sekarang kita maksimalkan waktu dulu untuk memantapkan fisik para pemain, baru teknik," ujar Reidel Toiran.
Dari total 18 pemain yang dipanggil, pelatih asal Kuba tersebut nantinya hanya akan memilih 12 nama akhir untuk dibawa ke Jepang. Penilaian tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis menyerang atau bertahan, tetapi juga memperhitungkan aspek psikologis dan adaptasi kerja sama tim.
"Yang dicari adalah yang terbaik untuk tim kita," kata Reidel Toiran.
Proses pemulihan fisik para atlet diawasi ketat oleh tim medis untuk mencegah potensi cedera otot. Fisioterapis tim mencatat tingkat kebugaran pemain saat ini berkisar di angka 70 hingga 80 persen, dengan target peningkatan mencapai 95 persen pada akhir Agustus.
"Kalau voli hampir semua bagian tubuh rawan cedera," ujar Fisioterapis Timnas Voli Putra Indonesia, Halim.
Pengawasan beban latihan disesuaikan secara individual agar seimbang dengan durasi pemulihan harian. Pemain diwajibkan memberikan laporan cepat jika merasakan ketidaknyamanan fisik sekecil apa pun.
"Training load harus seimbang dengan recovery," kata Halim.
Pemain senior Farhan Halim menekankan pentingnya kedisiplinan menjaga pola makan, suplemen, serta waktu tidur untuk menjaga konsistensi performa selama masa pemusatan latihan berlangsung.
"Kalau sering begadang juga tidak bagus, apalagi harus mulai latihan pagi," ujar Farhan Halim.
Kebutuhan gizi para atlet diatur secara spesifik oleh tim dapur padepokan melalui penyediaan menu kaya protein tinggi sebanyak tiga kali sehari. Penyesuaian asupan gizi dan suplemen fisik juga disiapkan saat tim bertanding di luar negeri.
"Biasanya proteinnya yang banyak, jadi ada daging, ada ikan. Kalau pagi sarapan biasanya disiapkan telur rebus," ujar Juru Masak TC, Dede.
Dukungan fasilitas harian seperti jus buah serta menu fleksibel diberikan untuk menjaga kondisi mental dan fisik seluruh anggota tim selama menjalani porsi latihan intensif.
"Kalau saat pertandingan tetap disiapkan makanannya," kata Dede.
Tim Putri Siap Tempur di Kejuaraan Asia
Sementara itu, timnas voli putri Indonesia dijadwalkan berlaga di Kejuaraan Voli Putri Asia 2026 yang berlangsung di Tianjin Olympic Center Gymnasium, Tiongkok, pada 21 hingga 30 Agustus 2026. Turnamen ini menjadi ajang kualifikasi awal menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Srikandi Indonesia menghuni Pool B bersama Thailand, Kazakhstan, dan Australia. Pertandingan perdana Indonesia melawan Kazakhstan pada 22 Agustus 2026 menjadi laga krusial dalam mengamankan peluang lolos ke babak delapan besar.
"Pertandingan melawan Kazakhstan menjadi sangat menentukan langkah kami," ujar Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia.
Strategi permainan Indonesia akan mengandalkan variasi serangan cepat untuk mengimbangi keunggulan postur pemain Kazakhstan sebelum melakoni laga lanjutan grup.
"Kami optimis bisa lolos ke babak delapan besar," ujar Pelatih Timnas Voli Putri Indonesia.
Artikel Terkait
Soft Tennis Indonesia Kunci Target Dua Perak dan Satu Perunggu di Asian Games 2026
Timnas Voli Putra Indonesia Tantang Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
Mandiri Merdeka Master 2026: Panggung Regenerasi Atlet Berkuda Menuju Asian Games
Timnas Basket 3x3 Percepat Persiapan Asian Games 2026, Satu Pemain Baru Dipanggil