Gempa Flores: Kakek 78 Tahun Tertimpa Tembok Saat Selamatkan Cucu

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 06:54 WIB
Gempa Flores: Kakek 78 Tahun Tertimpa Tembok Saat Selamatkan Cucu

Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan banyak rumah rusak dan warga terpaksa mengungsi. Di tengah kepanikan, seorang kakek berusia sekitar 78 tahun mengalami cedera serius setelah tertimpa tembok batako saat berusaha menyelamatkan cucunya.

Muhammad Damin, warga Kecamatan Reo, Manggarai, NTT, kini menjalani perawatan di pengungsian. Tubuh bagian bawahnya sulit digerakkan setelah tertimpa material bangunan. Anaknya, Abdul Manan, menuturkan bahwa sang ayah sempat berusaha keluar rumah saat gempa terjadi, tetapi kembali masuk karena teringat cucunya yang masih di dalam.

"Wah, hancur (rumah). Tidak ada harapan. Hancur. Sempat lari dia ini tuh, cuma dia ingat lagi dia punya cucu ya dia masuk kembali, akhirnya tertimpa tembok sudah," kata Abdul saat ditemui di pengungsian Kecamatan Mata Air Barang Kolong, Reo, Minggu (16/8).

Damin tertimpa tembok batako berukuran besar. Selain cedera di bagian bawah tubuh, ia juga mengalami luka di dahi dan kepala hingga harus dijahit. Pada awalnya, ia mengalami sesak napas dan kesulitan ketika tubuhnya disentuh.

"Awal-awal sesak. Iya, tidak bisa kita pegang badannya. Sakit," ujar Abdul.

Menurut Abdul, ayahnya tidak memiliki penyakit pernapasan sebelumnya. Kondisi sesak napas muncul setelah kejadian tersebut. "Itu sesudah kejadiannya ini. Dia tidak ada sakit. Memang dia tidak sakit, hanya karena memang waktu gempa, kaget itu, dia mau lari ke luar," tuturnya.

Saat gempa terjadi sekitar pukul 05.30 WITA, Abdul tidak berada di rumah ayahnya. Ia tinggal di kawasan pertengahan gunung, sementara ayahnya berada di wilayah pesisir. Kabar mengenai kondisi ayahnya baru diterima Abdul setelah gempa usai. Adiknya kemudian membawa Damin ke kampung di bagian atas.

"Sudah luar biasa sudah. Iya, rasanya sudah lain sudah perasaan saya tuh, karena memang mereka kan bonceng tiga. Dia di tengah, berarti saya bilang, wah mungkin agak parah Bapak ini. Ternyata betul dia tidak bisa goyang (bergerak) tuh. Ini alhamdulillah juga ini sudah agak (mendingan)," ujar Abdul.

Kondisi Semakin Membaik

Kini, Muhammad Damin telah dua malam berada di pengungsian. Abdul mengatakan kondisi ayahnya perlahan mulai membaik dan sudah bisa sedikit menggerakkan tubuhnya. Meski begitu, rasa sakit masih dirasakan sang ayah, terutama ketika hendak buang air kecil.

"Batako yang besar itu (yang menimpa). Keberatannya lagi (tubuh) dia. Tapi ya bersyukur juga dia hanya cuma ini saja tuh," kata Abdul.

Abdul sendiri merupakan anak pertama dan kini berusia lebih dari 50 tahun. Di tengah kondisi rumah yang hancur dan ayah yang masih menjalani perawatan, ia hanya berharap kondisi orang tuanya segera pulih.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8), gempa ini telah menewaskan 68 orang dan melukai 213 orang. Hingga saat ini, gempa susulan masih terasa, khususnya di wilayah Manggarai.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.