Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Jokowi dan Gibran Hadir

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 05:06 WIB
Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Jokowi dan Gibran Hadir

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia berlangsung khidmat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8). Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara, mengenakan pakaian adat Betawi Ujung Serong dengan beskap biru tua dan kalung melati. Sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan presiden dan wakil presiden, turut hadir dalam acara tersebut.

Setibanya di lokasi, Prabowo langsung menuju podium untuk memimpin jalannya upacara. Pasukan upacara telah bersiap sebelumnya. Dalam rangkaian acara, Prabowo memimpin hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa, yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia," kata Prabowo. Ia juga mengajak peserta upacara untuk mendoakan korban bencana alam di Sumatera, NTT, dan wilayah lainnya.

Kehadiran Mantan Presiden dan Wapres

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir bersama istri, Selvi Ananda, dan putra mereka, Jan Ethes. Gibran mengenakan pakaian adat NTT, sementara Selvi memakai baju adat Dayak. Mereka tiba pukul 09.30 WIB dan disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tiba lebih awal, pada pukul 09.26 WIB, dengan diantar menggunakan buggy car. Ia didampingi putra bungsunya, Kaesang Pangarep, dan istri Kaesang, Erina Gudono. Jokowi menjadi satu-satunya mantan presiden yang hadir; Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono berhalangan karena menjalani tes kesehatan di Amerika Serikat, sementara Megawati Soekarnoputri memimpin upacara di Sekolah Partai PDIP.

Para mantan wakil presiden juga tampak hadir. Ma'ruf Amin datang bersama istri, Wury Estu Handayani, sekitar pukul 07.30 WIB, disusul Jusuf Kalla dan Boediono. Ma'ruf menyampaikan pesan agar program-program transformatif pemerintah diawasi ketat untuk mencegah penyimpangan dan korupsi. "Program-program transformatif yang dibangun Presiden beberapa program transformatif itu sudah tepat sekali terhadap cita-cita Indonesia yang berkedaulatan adil dan makmur," ujarnya. Ia juga berharap kerukunan bangsa tetap terjaga.

Momen Menarik dari Para Tamu

Ratna Sari Dewi Soekarno, istri keenam Presiden Soekarno, turut menghadiri upacara. Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa dirinya diundang karena kebetulan sedang berada di Jakarta. "Nah, tahun ini kebetulan Ibu Dewi Soekarno sedang berkunjung ke Indonesia dan beliau berkunjung ke Jakarta sehingga karena waktunya pas, kemudian beliau bisa hadir," kata Prasetyo.

Ketua DPR RI Puan Maharani hadir dengan kebaya modern putih dan kain merah, serta selendang tenun NTT sebagai simbol dukacita atas gempa di wilayah tersebut. "(Mengenakan) kebaya modern. Ini (selendang tenun) NTT," katanya. Puan menekankan pentingnya persatuan dan keadilan, serta mengajak masyarakat mendoakan korban gempa NTT.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memilih baju adat Aceh. Ia mengunggah fotonya di Instagram dengan keterangan "Busana tradisional adat Nanggroe Aceh Darussalam." Sementara itu, Titiek Soeharto duduk bersebelahan dengan putranya, Didiet Hediprasetyo, dan Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta kakaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Penampilan Spesial dari Sekolah Rakyat

Sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat dari berbagai daerah tampil membawakan lagu "Hari Merdeka" bersama Paduan Suara Nasional Gita Bahana Nusantara. Mereka mengenakan seragam safari lengkap dengan topi baret dan badge identitas sekolah. Tujuh di antaranya adalah siswa berprestasi, seperti Akbar Farrel Areva yang meraih medali emas Olimpiade Matematika, dan Ribka Elisabeth Rumpampam yang menjadi juara 3 paduan suara.

Salah satu siswa, Raisya Putri Ahmad, mengaku bahagia bisa tampil di Istana. "Senang, bahagia, dan excited banget karena kapan lagi bisa ke sini," ujarnya. Ia juga merasa percaya diri karena bisa menunjukkan bakatnya.

Ada pula Savia Aulia Rahmawati, remaja tunadaksa yang tampil sebagai sinden cilik. Ia dihubungi oleh event organizer Istana dan menganggap penampilannya sebagai bukti bahwa penyandang disabilitas bisa berkarya. "Alhamdulillah seneng banget dan pastinya bangga, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena saya sebagai penyandang disabilitas bisa mewakili saudara-saudara saya yang disabilitas di luar sana untuk membuktikan bahwa disabilitas juga bisa berkarya tanpa batas," tuturnya. Savia sempat bertemu Presiden Prabowo yang memberi acungan jempol.

Jessie Nababan (18), siswa Sekolah Rakyat DKI Jakarta, juga berkesempatan tampil. Ia sempat putus sekolah selama 4 tahun karena keterbatasan ekonomi, namun kini kembali bermimpi. "Saya pernah putus sekolah selama 4 tahun. Dan saya kembali punya mimpi dan punya harapan, lewat Bapak Presiden Prabowo tentunya, lewat programnya Sekolah Rakyat," katanya. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyempatkan diri menyapa para siswa dan memberikan motivasi, termasuk pesan tertulis untuk Jessie: "Untuk Jessie, terus belajar, bermimpi besar, sayangi orang tua."

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.