Kelompok Houthi Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal perang dan gudang senjata Arab Saudi pada Senin (17/8/2026). Serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan melalui Telegram, mengatakan bahwa satu kapal angkut amfibi Arab Saudi beserta kapal pengiringnya terkena proyektil dalam serangan udara tersebut. Saree mengklaim serangan itu sangat presisi, bahkan menyebut kapal yang menjadi sasaran tenggelam dan kapal lainnya terbakar.
Selain menyerang kapal, Houthi juga menargetkan gudang senjata di kamp Sahn Al Jin, Provinsi Marib, menggunakan sejumlah pesawat nirawak. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang Arab Saudi.
Houthi telah menggulingkan pemerintahan Yaman yang sah dan diakui internasional pada 2014, kemudian menguasai sebagian besar wilayah negara itu, termasuk ibu kota Sanaa. Tindakan tersebut memicu perang saudara berkepanjangan antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi.
Eskalasi terbaru ini, ditambah konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat, kembali memunculkan kekhawatiran akan terulangnya konflik berskala penuh di Yaman. Perang saudara yang berlangsung sejak 2014 itu telah menciptakan bencana kemanusiaan terbesar di era modern, menyebabkan jutaan orang menderita kelaparan dan kemiskinan.