Gedebok Pisang Gantikan Pinang, Warga Jakarta Timur Rayakan HUT RI dengan Cara Unik

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:30 WIB
Gedebok Pisang Gantikan Pinang, Warga Jakarta Timur Rayakan HUT RI dengan Cara Unik

Warga RT 04 RW 02, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, punya cara berbeda untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Jika biasanya lomba identik dengan panjat pinang, kali ini mereka menggunakan gedebok pisang sebagai media perlombaan.

Batang pisang yang telah dilumuri sabun membuat peserta harus bekerja keras untuk mencapai puncak. Mereka saling bertumpu dan mengandalkan pundak teman agar bisa memanjat hingga menggapai hadiah yang digantung. Perlombaan ini tak kalah seru dari panjat pinang.

Lomba yang Menantang

Salah satu peserta, Amar (11), harus dua kali terjatuh sebelum akhirnya berhasil mencapai puncak. Tubuh kecilnya sempat kehilangan keseimbangan karena batang yang licin. "Licin sama susah," kata Amar saat ditemui kumparan usai perlombaan, Senin (17/8).

Amar bersama dua rekannya kemudian mencoba lagi. Strateginya sederhana: satu peserta menjadi pijakan, sementara peserta lain memanjat melalui pundak temannya. Setelah serangkaian kegagalan, Amar akhirnya berhasil mencapai bagian atas. Ia mengambil sejumlah hadiah yang tersedia, mulai dari uang, handuk, sajadah, payung, hingga sandal. "Senang banget," ujar Amar dengan riang.

Variasi dari Panjat Pinang

Ketua pelaksana perlombaan, Ahmad R. Ilham (18), mengatakan lomba panjat gedebok pisang sengaja dibuat sebagai variasi dari panjat pinang. Ide tersebut juga muncul dari keinginan warga untuk membuat perayaan tahun ini berbeda dari sebelumnya.

Teknis perlombaan dilakukan secara berkelompok. Dua orang peserta terlebih dahulu berusaha mencapai hadiah. Jika belum berhasil dalam waktu yang ditentukan, panitia akan menambahkan satu peserta dari kalangan remaja untuk membantu. "Untuk gedebok pisang itu maknanya kita di situ bisa mendapatkan nilai kebersamaan dan kerja sama dan kerja keras juga untuk membantu dan men-support satu sama lain," kata Ilham dengan semangat.

Hadiah yang dipasang pun dibuat dekat dengan kebutuhan warga. Ada kipas, penanak nasi, tumbler, peralatan masak, alat salat, sandal, hingga uang tunai.

Hadiah Patungan Warga

Ketua Karang Taruna RT 04 RW 02, Rasyadi Pratama (17), mengatakan hadiah tersebut berasal dari patungan warga dan donatur. "Bentuk semacam kayak kipas, perabotan-perabotan rumah tangga, uang tunai ada, seperti alat salat, tempat minum," ujarnya.

Bagi warga, lomba tersebut akhirnya bukan sekadar soal siapa yang paling cepat mencapai puncak. Peserta harus saling membantu karena tidak akan mudah menaklukkan batang pisang yang licin seorang diri. Mahesa (12), salah satu peserta, juga merasakan hal serupa. Ia mengikuti sejumlah perlombaan, termasuk panjat pinang. Menurutnya, pengalaman tersebut mengajarkan peserta untuk saling membantu. "Seru, karena kita bisa belajar saling membantu, saling tolong-menolong," kata Mahesa.

Panitia menilai lomba panjat gedebok pisang menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik dalam rangkaian perayaan kemerdekaan di lingkungan tersebut. Tahun ini, warga menggelar berbagai perlombaan untuk anak-anak, remaja, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Semangat yang muncul dari lomba tersebut menjadi bagian dari cara warga memaknai kemerdekaan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.