Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai, Hasto: Ingin Tegakkan Keadilan Sejarah

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:41 WIB
Megawati Pilih Upacara di Sekolah Partai, Hasto: Ingin Tegakkan Keadilan Sejarah

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8/2026). Ia justru memimpin upacara di lapangan Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, bersama para kader partai.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan alasan di balik keputusan Megawati. Menurutnya, dalam momen bersejarah ini, Megawati ingin menyampaikan pesan tentang keadilan sejarah.

"Yang pertama, itu bahwa ya Ibu Mega dari amanat beliau kan untuk menggambarkan bagaimana keadilan di dalam sejarah itu juga harus diwujudkan. Satu bangsa yang diwarnai oleh berbagai manipulasi historis atas masa lalunya, baik yang baik ataupun yang buruk untuk pembelajaran generasi yang akan datang, itu akan kehilangan jati dirinya," kata Hasto.

Hasto melanjutkan, Megawati ingin menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari pihak mana pun. "Karena kita bisa merdeka bukan karena pemberian Jepang. Kita bisa menghadapi tentara sekutu pemenang Perang Dunia Kedua karena semangat yang berkobar-kobar. Itulah yang kemudian dirasakan hilang karena sejarah yang diputarbalikkan," ujarnya.

"Jadi Ibu punya suatu misi khusus untuk mengadakan upacara di Kantor DPP PDI Perjuangan," sambungnya.

Selain itu, Hasto menyebut Megawati juga mengajak masyarakat untuk belajar dari negara-negara lain yang unggul di bidang tertentu. "Sehingga acara hari ini disiarkan kepada seluruh pengurus partai di seluruh Indonesia agar proklamasi itu membangkitkan suatu kesadaran kita bahwa Indonesia seharusnya menjadi contoh di dalam perjuangan agar rakyat Indonesia bisa merdeka, bisa berdaulat, bisa bebas berbicara, berserikat, diperlakukan setara, hukum harusnya berkeadilan," ucapnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.