Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mempercepat revitalisasi kawasan wisata Mendale di tepi Danau Lut Tawar, Kecamatan Kebayakan. Proyek yang baru mencapai 30 persen itu ditargetkan selesai sebelum Desember 2026, tepatnya untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2027.
Kawasan Mendale menjadi prioritas awal dari 115 destinasi wisata di sekitar Danau Lut Tawar yang terdampak bencana. Material lumpur dan bebatuan yang turun dari perbukitan sempat menutup akses, merusak fasilitas, dan menghentikan usaha masyarakat. Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama, mengatakan tingkat kerusakan di Mendale membutuhkan penanganan terpadu agar kawasan itu bisa kembali berfungsi aman dan optimal.
"Kawasan Mendale merupakan salah satu kawasan yang terdampak cukup parah. Material bebatuan dan lumpur turun dari sejumlah bagian gunung. Saat ini, beberapa titik sudah mulai direvitalisasi," kata Erwin dalam keterangan tertulis, Senin (17/8/2026).
Penanganan kawasan Mendale meliputi pembersihan material lumpur, pembangunan tanggul pengaman, dan penataan jalur pedestrian. Proyek ini didukung anggaran Kementerian Pekerjaan Umum RI sekitar Rp5 miliar. "Alhamdulillah, pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah berdasarkan data yang kami sampaikan. Hari ini dapat kita lihat beberapa akses sudah mulai diperbaiki," ujar Erwin.
Pemerintah daerah menargetkan revitalisasi kawasan Mendale selesai sepenuhnya sebelum Desember. Percepatan ini diharapkan mengembalikan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang pemulihan pendapatan pedagang dan pelaku usaha yang menggantungkan hidup dari pariwisata Danau Lut Tawar. "Kami berharap kunjungan wisatawan pada libur akhir tahun kembali meningkat sehingga dapat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar dan Aceh Tengah secara umum," kata Erwin.
Pemulihan ekonomi di Mendale mulai terlihat, meski belum sepenuhnya. Kepala desa di Kecamatan Kebayakan, Syaifullah (51), mengatakan wisatawan telah berangsur kembali. Namun, dari 32 kios yang terdampak dan sempat berhenti beroperasi, baru empat kios yang kembali buka. Sejumlah ruas Jalan Lingkar Danau Lut Tawar juga masih membutuhkan penanganan akibat tertimbun longsor.
Penanganan Lanjutan
Untuk memperkuat keberlanjutan pemulihan, Pemkab Aceh Tengah mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan berupa penguatan tebing rawan longsor dan pembangunan saluran pengendali air. Infrastruktur ini diperlukan untuk mencegah limpasan air kembali membawa material ke jalan dan kawasan wisata.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung percepatan tersebut melalui penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Aceh, dan kementerian terkait. Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri RI, Imran, menegaskan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar penanganan akses, tebing, saluran air, dan fasilitas wisata dapat dilaksanakan secara terpadu.