PT Freeport Indonesia Gelar Upacara HUT ke-81 RI Serentak di Enam Lokasi

- Senin, 17 Agustus 2026 | 17:06 WIB
PT Freeport Indonesia Gelar Upacara HUT ke-81 RI Serentak di Enam Lokasi

Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dengan menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih secara serentak di enam lokasi kerja yang tersebar di tiga provinsi: Papua Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Mengusung semangat "One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama", upacara ini menjadi simbol persatuan dari hulu hingga hilir.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bertindak sebagai inspektur upacara di lapangan sepak bola Tembagapura, didampingi jajaran manajemen dan karyawan. Upacara serupa juga berlangsung di Kuala Kencana (Kabupaten Mimika), Kantor Perwakilan PTFI di Nabire, Smelter PTFI dan PT Smelting di Gresik, serta Kantor PTFI di Jakarta. Pelaksanaan serentak ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga tradisi yang telah berjalan sejak 1973.

Tema nasional tahun ini adalah "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur", dengan sub-tema PTFI "One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama". Tony Wenas menjelaskan bahwa semangat bangkit bersama tercermin dalam proses pemulihan operasi tambang bawah tanah serta tekad seluruh karyawan untuk terus berkontribusi bagi Indonesia.

"Freeport Indonesia harus mampu bangkit lebih kuat. Dengan semangat kebersamaan, ketangguhan, dan komitmen yang tidak pernah surut terhadap keselamatan, saya yakin kita akan mampu melewati masa ini dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik bagi perusahaan, para pekerja, masyarakat, pemangku kepentingan, bagi bangsa dan negara," ujar Tony dalam sambutannya.

Peringatan kemerdekaan tahun ini memiliki makna khusus karena PTFI tidak pernah absen menyelenggarakan upacara sejak mulai beroperasi pada 1973. Memasuki tahun ke-53 penyelenggaraan, momen ini menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan gotong royong di tengah keberagaman lebih dari 30.000 karyawan yang berasal dari berbagai daerah, suku, agama, dan budaya.

"Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Dengan berbagai suku bangsa dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Rote, walau diuji berkali-kali, atas pertolongan Tuhan, kita tidak tercerai berai, bahkan semakin erat bersatu, semakin kokoh sebagai satu keluarga besar, One Freeport," katanya.

Di tengah proses pemulihan, PTFI mencatat sejumlah pencapaian penting. Tony menyampaikan bahwa kapasitas produksi diproyeksikan mencapai sekitar 65 persen pada akhir semester kedua tahun ini, dengan target produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ounce emas. "Ke depan, kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga sekitar 75 persen pada pertengahan tahun 2027, dan secara bertahap mendekati kapasitas produksi penuh pada akhir tahun 2027," jelasnya.

Pemulihan operasi ini tidak hanya penting bagi keberlanjutan perusahaan, tetapi juga bagi kontribusi kepada negara. Sepanjang 2025, PTFI telah memberikan kontribusi sebesar Rp75 triliun, termasuk sekitar Rp13 triliun yang menjadi bagian pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan kabupaten lainnya di Papua Tengah.

"Kontribusi tersebut mencerminkan komitmen kita yang tidak pernah surut untuk memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, meskipun kita menghadapi berbagai tantangan. Dan saat nantinya kita mencapai kapasitas produksi 100 persen, maka kontribusi PTFI bagi negara akan mencapai lebih dari 100 triliun per tahun," kata Tony.

Semangat bangkit ini tidak lepas dari nilai SINCERE yang menjadi landasan operasional perusahaan: Safety, Integrity, Commitment, Respect, dan Excellence. Melalui semangat "One Freeport: Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama", PTFI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi sekarang maupun mendatang.

"Di tengah semua ujian yang kita hadapi saat ini, dari Tembagapura saya sampaikan Dari Timur Indonesia, dari tanah Papua untuk Indonesia, Freeport Bangkit," tutup Tony.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler