Telkom Perkuat Bisnis Enterprise untuk Dongkrak Pertumbuhan

- Senin, 17 Agustus 2026 | 15:20 WIB
Telkom Perkuat Bisnis Enterprise untuk Dongkrak Pertumbuhan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) semakin serius menggarap segmen bisnis enterprise sebagai bagian dari strategi transformasi perusahaan. Langkah ini diambil untuk mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, BUMN, hingga dunia usaha.

Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, mengungkapkan bahwa penguatan bisnis enterprise merupakan salah satu pilar utama dalam strategi TLKM 30. Hal ini disampaikan dalam diskusi strategis bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dan Managing Director Business-2 Danantara, Setyanto Hantoro.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Telkom Enterprise melakukan restrukturisasi organisasi untuk memperkuat tata kelola dan menyederhanakan proses bisnis. Langkah ini diharapkan dapat membuat perusahaan lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pasar business-to-business (B2B).

Inisiatif ini juga merupakan wujud sinergi Telkom dengan Danantara dalam memperkuat kapabilitas digital nasional. Hal ini dinilai penting untuk menghadapi tantangan teknologi masa depan, seperti artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty.

"Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor," ujar Veranita dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (17/8/2026).

Menurut Veranita, berbagai solusi digital seperti AI, cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security membutuhkan konektivitas yang tangguh, aman, dan berkapasitas tinggi agar dapat berjalan optimal. Karena itu, Telkom terus memperkuat bisnis enterprise untuk menghadirkan layanan digital yang terintegrasi sekaligus menjadi mitra strategis bagi pelanggan.

Saat ini, bisnis enterprise berkontribusi sekitar 11 persen terhadap pendapatan Telkom, atau senilai Rp19 triliun. Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan, mengingat pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, bisnis enterprise dapat menyumbang 20-30 persen atau lebih dari total pendapatan.

"Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan," jelas Veranita.

Ke depan, Telkom akan memperkuat sinergi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber sebagai fondasi untuk menghadirkan solusi digital end-to-end. Pengembangan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing nasional, mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, serta mendukung kedaulatan digital Indonesia.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terpopuler