Warga Depok Pilih Cat Kuning-Hitam demi Jaga Kesakralan Merah Putih

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:54 WIB
Warga Depok Pilih Cat Kuning-Hitam demi Jaga Kesakralan Merah Putih

Menjelang peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, pemandangan tak biasa menghiasi permukiman warga di Pengasinan, Sawangan, Depok. Alih-alih mengecat jalan dengan motif merah-putih seperti kebanyakan daerah lain, para pemuda di sana justru memilih warna kuning dan hitam. Pilihan yang kontras itu sontak menyedot perhatian, tetapi di baliknya tersimpan pesan mendalam.

Warga setempat, Ririe, menjelaskan bahwa keputusan itu diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara. Menurutnya, mengecat jalan dengan warna bendera berpotensi mengurangi sakralitas karena akan terinjak dan tergilas kendaraan setiap hari. "Merah-Putih itu simbol kehormatan bangsa yang sakral. Menurut kami kurang tepat kalau dilukis di atas permukaan jalanan yang nantinya bakal dilintasi, digilas roda kendaraan, dan terinjak-injak oleh kaki manusia setiap hari," ujarnya.

Pilihan warna kuning dan hitam pun bukan tanpa makna. Warna kuning yang sering dikaitkan dengan duka atau peringatan, dipadukan dengan hitam, dimaksudkan sebagai pengingat bahwa kehidupan tidak selalu mulus. Ada fase gelap, duka, dan tantangan yang harus dijalani manusia. Filosofi ini ingin mereka tonjolkan lewat dekorasi jalanan yang berbeda dari kebanyakan.

Meski jalan gang tidak dihias dengan cat merah-putih, semangat nasionalisme warga tetap terasa. Bendera Merah Putih justru berkibar di tiang-tiang rumah, berpadu dengan umbul-umbul dan pernak-pernik khas 17-an. Dengan begitu, Sang Saka tetap berada di tempat yang tinggi dan terhormat, tidak diinjak-injak di atas aspal.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.