Pelatih Inter Miami, Guillermo Hoyos, meminta publik dan media memberikan ruang serta privasi bagi Lionel Messi yang tengah berduka atas wafatnya sang ayah, Jorge Messi, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Rosario, Argentina. Jorge meninggal dunia di usia 68 tahun akibat penyakit serius saat Messi membela Argentina pada Piala Dunia 2026. Sosok yang bertindak sebagai agen sejak sang pemain berusia 14 tahun tersebut dinilai memiliki peran kunci dalam kesuksesan karier Messi, termasuk saat menjuarai Piala Dunia 2022.
Meski sedang berduka, kapten timnas Argentina itu sempat tampil selama 45 menit sebagai pemain pengganti ketika Inter Miami kalah 2-3 dari Club Leon dalam ajang Leagues Cup 2026 pada Kamis, 13 Agustus 2026 WIB di New Arena. Penyerang berusia 39 tahun tersebut juga terlihat kembali mengikuti sesi latihan tim pada Jumat, 15 Agustus 2026, jelang laga Major League Soccer menghadapi Nashville di Stadion Geodis Park pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 07.30 WIB.
Hoyos menegaskan bahwa proses pemulihan emosional pemainnya butuh waktu dan pendekatan terbaik saat ini adalah ketenangan. "Saya pikir semuanya perlu berjalan secara bertahap; ada rasa sakit yang mendalam, dan ini bukanlah sesuatu yang berubah dalam semalam," kata Hoyos pada Jumat, dilansir ESPN.
Sang pelatih menambahkan bahwa seluruh komponen tim berkomitmen untuk terus berada di samping bintang Argentina tersebut tanpa memaksanya. "Jadi, saya percaya keheningan adalah pendekatan terbaik, keheningan, ketenangan, dan kedamaian, membiarkannya menemukan momen-momennya sendiri," ujar Hoyos. Hoyos menilai keheningan tersebut memiliki arti penting agar sang pemain dapat bangkit secara perlahan.
"Kita perlu berdiri di sisinya, berbagi dalam keheningan itu; bagi saya, keheningan itu penting, itu membantu seseorang akhirnya menemukan jalan ke depan. Dia benar-benar orang yang luar biasa, dan dia memiliki keluarga yang luar biasa," tutur Hoyos.
Dalam keterangan yang dikutip Goal, Hoyos mengulangi penjelasannya mengenai situasi emosional yang dihadapi sang kapten tim. "Saya rasa segala sesuatu harus berjalan dan berlangsung secara bertahap; ada luka mendalam di dalam diri pemain ini, dan itu bukan hal yang bisa berubah dalam semalam," kata Hoyos. Ia kembali menekankan agar tim dan media memberikan waktu agar pemain tersebut bisa kembali menata fokusnya secara mandiri.
"Karena itu, menurut saya diam adalah pendekatan terbaik saat ini; keheningan, ketenangan, dan kedamaian, agar ia bisa menemukan ruangnya sendiri. Kewajiban kami adalah berdiri di sisinya dan berbagi keheningan ini bersamanya. Bagi saya, keheningan adalah hal yang sangat penting, dan pada akhirnya itulah yang membantu seseorang menemukan jalannya untuk terus melangkah maju. Dia benar-benar manusia yang luar biasa dan memiliki keluarga yang luar biasa pula," ucap Hoyos.
Hoyos memuji sikap profesional sang pemain yang tetap menunjukkan komitmen tinggi terhadap klub di tengah situasi sulit. "Tidak ada kata-kata yang mampu menggambarkannya secara utuh; saya tidak menemukan deskripsi yang bisa mengungkapkan nilainya sebagai manusia. Di sini kami tidak sedang membicarakan nilainya sebagai pemain sepak bola, melainkan nilainya sebagai manusia luar biasa yang memiliki hati yang besar. Kata-kata terkadang sama sekali tidak cukup," kata Hoyos.
Mengenai pengaturan menit bermain dan komunikasi dengan Messi di laga-laga mendatang, Hoyos enggan membeberkan detail internal tim. "Ada hal-hal yang bersifat sangat pribadi dan mendalam, sama seperti masing-masing dari kalian memiliki urusan pribadinya sendiri. Seandainya saya datang kepada kalian dan mengajukan serangkaian pertanyaan pribadi, jawaban kalian pasti: ini adalah urusan pribadi," kata Hoyos. Ia mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menghormati batasan pribadi sang pemain.
"Itulah sebabnya saya berbicara tentang keheningan, karena itu adalah nilai yang tidak dihargai banyak orang; orang-orang suka berbicara dan terus-menerus menyampaikan pendapat. Namun bagi saya pribadi, ini soal penghormatan sejati terhadap batasan-batasan itu. Dia hanyalah seorang manusia yang sedang melalui masa sulit, dan itu adalah hal yang sepenuhnya wajar, serta kami menghormatinya sepenuh mungkin," tutur Hoyos.
Melalui akun Instagram pribadinya, peraih delapan Ballon d'Or itu sempat menyampaikan penghormatan emosional serta mengungkapkan ketidakpastian mengenai masa depannya di sepak bola usai kehilangan sang ayah. Dalam laporan CNN Indonesia, Hoyos kembali menegaskan komitmen klub untuk tidak memberikan beban berlebih kepada kapten timnya. "Saya pikir semuanya perlu dilakukan secara bertahap, ada rasa sakit yang mendalam, dan ini bukan sesuatu yang bisa berubah dalam semalam," kata Hoyos.
Hoyos meyakini dukungan secara moral lebih dibutuhkan sang pemain ketimbang tekanan untuk segera tampil maksimal. "Kita perlu mendampinginya, berbagi dalam keheningan. Bagi saya itu penting, itu bisa membantu seseorang kembali menemukan jalan. Dia benar-benar orang yang luar biasa, dan dia memiliki keluarga yang luar biasa," ujar Hoyos. Pelatih berpaspor Argentina itu juga meminta publik memahami situasi manusiawi yang sedang dialami anak asuhnya.
"Ada hal-hal yang sangat pribadi. Sama seperti kita, masing-masing punya masalah pribadi. Kalau saya datang dan menanyakan sederet pertanyaan, Anda mungkin bakal bilang, 'Ini privasi'," kata Hoyos. Ia berharap media dan publik memberikan waktu yang cukup bagi Messi untuk menyelesaikan masa dukanya. "Itulah mengapa saya bilang soal keheningan, banyak orang tidak menghargai itu. Mereka suka berbicara dan menawarkan pendapat. Bagi saya pribadi, ini tentang menghargai batasan-batasan. Dia saat ini adalah orang yang sedang menghadapi tantangan, dan itu wajar, dan kami sangat menghormatinya," ucap Hoyos.
Setelah menghadapi Nashville pada Sabtu waktu setempat, Inter Miami dijadwalkan bertanding melawan Philadelphia Union pada Rabu mendatang.