Polri Kerahkan 137 Personel dan Logistik ke Lokasi Gempa NTT

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Polri Kerahkan 137 Personel dan Logistik ke Lokasi Gempa NTT

Polri telah menurunkan 137 personel beserta dukungan logistik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu penanganan gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu (15/8) pagi. Personel tersebut diterbangkan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu malam pukul 22.00 WIB, kurang dari 24 jam setelah gempa terjadi.

Mereka akan terlibat dalam proses evakuasi, pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi. "Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat segera tertangani," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Minggu (16/8/2026).

Sejak gempa terjadi, jajaran Polri di NTT langsung bergerak bersama TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, dan stakeholder terkait. Kapolda NTT telah memerintahkan para kapolres di wilayah terdampak untuk turun langsung ke lapangan. Posko-posko juga didirikan di lokasi aman untuk mendukung proses evakuasi dan pengungsian.

Personel yang diberangkatkan terdiri dari 101 personel SAR Brimob, 14 personel DVI dan Dokkes, 9 personel Humas, 3 personel Slog, serta 10 personel Propam. Pasukan SAR Brimob membawa peralatan SAR untuk mendukung pencarian dan pertolongan korban. Selain itu, Tim K9 disiapkan untuk membantu pencarian korban, khususnya di lokasi bangunan yang runtuh.

Polri juga menyiapkan tim Dokkes dan DVI untuk pelayanan kesehatan masyarakat serta identifikasi korban apabila diperlukan. "Dengan demikian, penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyelamatkan korban, memenuhi kebutuhan dasar, hingga membantu masyarakat melewati masa pemulihan," kata Johnny.

Terkait data korban dan kerusakan, Johnny menyampaikan bahwa pendataan masih berlangsung dan bersifat dinamis. Kendala komunikasi di sejumlah wilayah Flores membuat proses verifikasi dan validasi masih terus dilakukan. "Data masih bersifat dinamis. Nanti kalau sudah terverifikasi dan tervalidasi, akan disampaikan melalui Media Center Terpadu."

Selain personel, Polri juga telah menyiapkan 10 set tenda peleton, 10 unit Wi-Fi portabel, One-Tekka, serta 240 dus bahan makanan cepat saji. Logistik tersebut akan diberangkatkan dari Pondok Cabe menggunakan pesawat CN-295 Polri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.