Gempa M7,7 di NTT Ganggu 200 BTS, Komdigi Koordinasikan Pemulihan Jaringan

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:55 WIB
Gempa M7,7 di NTT Ganggu 200 BTS, Komdigi Koordinasikan Pemulihan Jaringan

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memantau pemulihan jaringan telekomunikasi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat 200 base transceiver station (BTS) milik tiga operator seluler mengalami gangguan, tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa pihaknya berkoordinasi langsung dengan operator untuk memastikan gangguan segera ditangani. "Keselamatan petugas dan akses publik terhadap telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan," ujarnya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Tiga operator yang terdampak adalah Telkomsel, XLsmart, dan Indosat. Pada jaringan Telkomsel, gangguan terjadi akibat terganggunya pasokan listrik di wilayah terdampak. XLsmart melaporkan gangguan layanan terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa, sementara Indosat masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis. Selain listrik, koordinasi dengan operator juga mengungkap adanya gangguan pada jaringan transmisi.

Berdasarkan data sementara, jumlah BTS terdampak paling banyak berada di Kabupaten Sikka dengan 51 site, disusul Kabupaten Ende 31 site, dan Kabupaten Flores Timur 26 site. Hingga pagi ini, seluruh 200 site yang terdampak masih dalam proses pemulihan.

Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) Komdigi terus memperbarui kondisi jaringan melalui dashboard monitoring, bekerja sama dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi. "Kondisi jaringan sangat dinamis setelah bencana. Data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan," jelas Wayan.

Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta lembaga penanganan bencana. Perkembangan kondisi jaringan dan pemulihan layanan akan terus dipantau dan diperbarui secara berkala.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.