Gempa M7,7 di NTT: 40 Orang Meninggal, Operasi SAR Terus Berlanjut

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:50 WIB
Gempa M7,7 di NTT: 40 Orang Meninggal, Operasi SAR Terus Berlanjut

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) telah menewaskan sedikitnya 40 orang. Jumlah tersebut merupakan rekapitulasi sementara hingga pukul 18.30 WITA dan dipastikan masih akan bertambah seiring berjalannya proses evakuasi.

"Menginfokan per 18.30 WITA rekapitulasi korban sementara meninggal dunia 40 orang," ujar Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman. Ia menjelaskan bahwa angka itu diperbarui berdasarkan laporan terbaru dari petugas di lapangan.

Selain korban jiwa, tercatat 50 orang mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan. Dengan demikian, total korban yang terdampak langsung mencapai 90 orang. Seluruh personel dan sarana yang dimiliki Kantor SAR Maumere telah dikerahkan untuk mempercepat pencarian dan pertolongan, khususnya di wilayah pusat gempa, Nagekeo.

"Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman," kata Fathur.

Sebanyak 281 personel dari berbagai unsur, seperti TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, dan potensi SAR lainnya, diterjunkan dalam operasi kemanusiaan ini. Hingga malam ini, tim SAR gabungan masih memprioritaskan pencarian korban yang diduga tertimbun reruntuhan bangunan serta evakuasi warga ke lokasi aman.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto membenarkan masih adanya warga yang tertimbun material bangunan. "Dilaporkan oleh bapak gubernur NTT itu ada beberapa (yang masih tertimbun bangunan). Tapi, di bawah 10 begitu," katanya dalam konferensi pers daring, Sabtu sore.

Suharyanto menegaskan bahwa penyelamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait langsung disiagakan untuk menyisir bangunan-bangunan yang rusak akibat gempa. "Prioritas utama saat ini penyelamatan masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan atau terjebak di bangunan," tegasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.