Gempa M 7,7 Guncang NTT, Warga Panik dan Satu Orang Tertimbun Reruntuhan

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB
Gempa M 7,7 Guncang NTT, Warga Panik dan Satu Orang Tertimbun Reruntuhan

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa dini hari. Guncangan kuat memicu kepanikan warga dan mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah pesisir di NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data pemutakhiran BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, dengan kedalaman dangkal 15 kilometer. Magnitudo gempa yang semula dilaporkan 7,0 kemudian diperbarui menjadi 7,7 setelah analisis parameter lanjutan.

BMKG memodelkan ancaman tsunami dengan status Siaga, yang berarti ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 3 meter, untuk kawasan pesisir NTT dan Sulawesi Selatan. Wilayah yang masuk dalam status ini meliputi Manggarai bagian utara, Ngada bagian utara, Ende, Flores Timur, hingga Jeneponto. Sementara itu, status Waspada diterbitkan untuk wilayah Bima, Dompu, dan Wajo.

Guncangan gempa dirasakan hingga skala VII MMI di Nagekeo dan Ngada, yang berpotensi menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan. Di sejumlah kota seperti Bajawa, Borong, Ende, dan Ruteng, warga yang sedang tidur terbangun dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Pascagempa utama, warga di Kabupaten Sikka dan berbagai kawasan pesisir NTT segera melakukan evakuasi mandiri ke perbukitan atau tempat yang lebih tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan saat evakuasi guna menghindari kemacetan dan kepanikan massal.

Di tengah upaya evakuasi, satu warga di Kabupaten Sikka dilaporkan tertimbun reruntuhan bangunan. Tim SAR bersama warga sekitar berupaya melakukan pencarian dan evakuasi secara manual di lokasi kejadian.

Selain gempa utama, BMKG juga mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,2 di wilayah laut dekat Labuan Bajo. Hingga saat ini, BNPB, BPBD, Basarnas, dan pemerintah daerah masih terus mendata total kerusakan bangunan dan potensi korban jiwa di seluruh lokasi terdampak.

Masyarakat di kawasan pesisir diingatkan untuk tetap berada di lokasi evakuasi yang aman, menjauhi pantai serta muara sungai, dan terus memantau informasi resmi dari BMKG.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.