Gempa 7,7 Magnitudo di Nagekeo: DPR Minta BMKG dan Basarnas Percepat Penanganan

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:24 WIB
Gempa 7,7 Magnitudo di Nagekeo: DPR Minta BMKG dan Basarnas Percepat Penanganan

Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mendesak BMKG dan Basarnas untuk terus memperbarui informasi dan melakukan upaya penyelamatan maksimal menyusul gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8). Menurutnya, langkah itu penting agar publik, terutama warga terdampak, tidak kebingungan dan dapat mengantisipasi situasi.

“Yang pertama kita minta BMKG terus mengupdate situasi terkini. Supaya publik tidak kebingungan menghadapi situasi pasca itu, pasca gempa,” kata Huda saat dihubungi kumparan, Sabtu (15/8). “Ini penting supaya masyarakat umum bisa mengantisipasi semua keadaan yang ada di lapangan,” lanjutnya.

Huda juga meminta Basarnas mengerahkan seluruh personel dan peralatan secara optimal. Ia menekankan perlunya mitigasi di titik-titik yang berpotensi rawan tsunami, longsor, hingga tanah retak.

“Yang kedua kita minta teman-teman Basarnas sudah melakukan semua upaya pertolongan dan mitigasi di titik-titik yang berpotensi sangat rawan. Baik potensi akan adanya tsunami atau potensi longsor atau potensi retakan tanah yang mengakibatkan masyarakat bisa terkena dampaknya,” jelas Huda. “Kepada Basarnas juga kita minta untuk menerjunkan personil semaksimalnya untuk penanganan baik sambil mengantisipasi potensi berbagai hal termasuk nanti pascagempa,” sambung dia.

Lebih lanjut, Huda berharap pemerintah menurunkan alat SAR yang memadai untuk mengevakuasi korban dan menangani wilayah terdampak. “Termasuk menurunkan berbagai alat SAR yang dimungkinkan untuk supaya di lapangan semua masalah bisa tertangani dengan baik,” ucapnya. “Itu artinya berarti semua alat-alat SAR yang terdekat dari NTT bisa didatangkan untuk mengantisipasi berbagai halnya,” tambah dia.

Sementara itu, BMKG mengungkap penyebab gempa tersebut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa ini dipicu oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust. “Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, gempa 7,7 magnitudo. Jadi di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 (magnitudo), 7,9 (magnitudo). Hari ini sudah rilis 7,7 magnitudo,” kata Wijayanto dalam konferensi pers di kantor BMKG, Sabtu (15/8).

Menurut catatan sejarah, gempa kali ini lebih besar dibanding gempa yang terjadi 30 tahun lalu. “Dari sejarah yang ada pernah terjadi tahun 1992 magnitudo 7,5. Ini juga sangat luar biasa kerusakannya waktu itu,” ujarnya. Gempa 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.