Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa Nagekeo

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa Nagekeo

Pemerintah memastikan seluruh unit terkait telah bergerak dan berkoordinasi di lapangan untuk menangani dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8). Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, dan pemerintah daerah telah bersinergi dalam penanganan bencana.

“Semua unit telah bergerak dan berkoordinasi di lapangan. BNPB, TNI, Polri, Basarnas, Kemensos, Pemerintah daerah,” kata Gus Ipul saat dikonfirmasi.

Gus Ipul menjelaskan, pemerintah tengah memfokuskan diri pada upaya evakuasi dan pemenuhan kebutuhan logistik bagi warga terdampak. Relawan dari berbagai unsur juga dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan di lokasi bencana.

“Serta relawan dari berbagai unsur untuk memberikan bantuan evakuasi dan dukungan logistik yang dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, para kepala daerah di wilayah terdampak telah turun ke lapangan untuk memantau situasi. Sementara itu, pendataan warga dan infrastruktur yang terdampak masih terus dilakukan.

“Di lapangan sedang dilakukan pendataan. Gubernur dan Bupati yang daerahnya terdampak juga telah aktif bergerak,” tutur Gus Ipul.

“Untuk data sementara warga dan infrastruktur yang terdampak masih dalam proses,” pungkasnya.

Penyebab Gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa tersebut disebabkan oleh aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan mekanisme gempa ini dalam konferensi pers pada Sabtu (15/8).

“Ini adalah mekanisme gempa yang diakibatkan oleh Sesar Naik Busur Belakang Flores, gempa 7,7 magnitudo. Jadi di belakang busur Flores ini ada potensi gempa dengan maksimum 7,8 (magnitudo), 7,9 (magnitudo). Hari ini sudah rilis 7,7 magnitudo,” kata Wijayanto.

Berdasarkan catatan sejarah, gempa kali ini lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi 30 tahun lalu. Pada 1992, gempa berkekuatan 7,5 magnitudo juga pernah mengguncang wilayah tersebut dan menyebabkan kerusakan parah.

“Dari sejarah yang ada pernah terjadi tahun 1992 magnitudo 7,5. Ini juga sangat luar biasa kerusakannya waktu itu,” ujarnya.

Gempa 7,7 magnitudo terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags