Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan di tengah konflik berkepanjangan dengan Iran, yang menurutnya sedang mengalami kekalahan telak.
"Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ujar Trump sambil tertawa dalam rapat umum politik di akademi kepolisian di negara bagian New York, seperti dilansir AFP pada Sabtu (15/8/2026). "Itu benar," tambahnya.
Trump, bersama dengan Israel, melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari dengan tujuan mengakhiri program nuklir kontroversial negara tersebut. Sebagai balasan, Iran mengambil kendali de facto atas sebagian besar Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman energi global dan komoditas lainnya dalam jumlah besar.
Ketegangan di selat itu masih belum mereda. Iran menolak akses bagi sebagian besar pelayaran sipil, sementara Angkatan Laut AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk melumpuhkan perekonomian negara tersebut.
"Kita sudah melakukan blokade. Tidak ada kapal yang bisa melewatinya kecuali kita menginginkannya," kata Trump, disambut sorak-sorai dari para pendukung dan aparat kepolisian yang hadir.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu