Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data gempa bumi yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari magnitudo 7,7 menjadi 7,0. Guncangan gempa ini tidak hanya dirasakan di wilayah NTT, tetapi juga menjalar hingga Makassar, Sulawesi Selatan, dan Denpasar, Bali.
Dalam keterangan resminya melalui akun media sosial X, Sabtu (15/8/2026), BMKG menyebutkan pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. "Gempa (UPDATE) Mag:7.0, 15-Agu-26 04:58:23 WIB, Lok:8.33 LS, 121.32 BT (Pusat gempa berada di laut 38 km timur laut Mbay, Nagekeo), Kedlmn:10 Km," tulis BMKG.
Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas bervariasi di sejumlah daerah. Di Ruteng, getaran mencapai skala MMI IV-V, sementara di Kota Bima dan Kabupaten Dompu mencapai MMI V. Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur merasakan getaran pada skala IV-V. Adapun Kupang dan Kabupaten Sumbawa Barat berada pada skala IV.
Pada skala IV MMI, getaran pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, gerabah pecah, serta pintu dan jendela berderit. Sementara pada skala V MMI, getaran dirasakan hampir semua penduduk, banyak orang terbangun, dan barang-barang berjatuhan.
Getaran juga terasa hingga ke wilayah lain dengan skala lebih rendah. Flores Timur, Lembata, dan Adonara berada pada skala III-IV. Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Timur merasakan getaran pada skala III. Sementara itu, Denpasar, Badung, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Gowa, dan Makassar berada pada skala II-III.
Pada skala III MMI, getaran terasa nyata dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan pada skala II, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.