AS Siap Isolasi Ekonomi Iran, Blokade Selat Hormuz Mengancam

- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 03:27 WIB
AS Siap Isolasi Ekonomi Iran, Blokade Selat Hormuz Mengancam

Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan mengisolasi Iran secara ekonomi hingga benar-benar terasingkan. Kebijakan baru terhadap Teheran itu direncanakan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang, dengan kombinasi tekanan finansial dan blokade fisik di pelabuhan-pelabuhan utama.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa langkah ini akan menjadi isolasi ekonomi yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya. Pernyataan itu disampaikannya dalam wawancara dengan Newsmax, Sabtu (15/8/2026).

"Ini akan menjadi kombinasi isolasi ekonomi yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya," ujar Bessent.

Ia menambahkan, blokade maritim akan diterapkan, khususnya di pelabuhan-pelabuhan Selat Hormuz, untuk mencegah kapal-kapal keluar-masuk Iran. "Nantikan pengumuman lebih lanjut pekan depan," katanya.

Pendekatan dua arah itu mencakup tekanan finansial dan blokade fisik terhadap pelabuhan-pelabuhan tersebut. Namun, belum ada rincian lebih lanjut mengenai mekanisme dan dampak kebijakan ini terhadap pasar minyak global.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan bahwa prioritas utama negaranya dalam menghadapi Iran adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi warga Amerika. Upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, menurut Vance, bukan lagi prioritas utama.

Sikap Vance itu bertolak belakang dengan pernyataan Bessent pada 4 Agustus lalu. Saat itu, Bessent mengatakan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bisa dicapai dalam hitungan hari.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.