PBSI Coret Dua Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia BWF 2026

- Jumat, 14 Agustus 2026 | 23:16 WIB
PBSI Coret Dua Ganda Campuran dari Kejuaraan Dunia BWF 2026

Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengambil keputusan tegas dengan mencoret dua pasangan ganda campuran dari skuad Kejuaraan Dunia BWF 2026. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil resmi dicoret setelah muncul dugaan indikasi manipulasi pertandingan atau match fixing.

Pencoretan ini membuat sektor ganda campuran Indonesia di ajang yang akan digelar di New Delhi pada 17-23 Agustus 2026 kini bertumpu pada Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah serta Rehan Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang dipromosikan dari daftar cadangan.

Investigasi yang dilakukan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) diperkirakan memakan waktu lama. Berdasarkan penanganan kasus integritas BWF pada 2021 yang melibatkan delapan pemain Indonesia, proses hukum membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun dari laporan awal hingga putusan Independent Hearing Panel (IHP).

Proses penanganan skandal integritas di BWF melalui beberapa tahapan sistematis. Tahapan tersebut meliputi pengumpulan informasi dan pemantauan, wawancara pemain yang dicurigai, penyusunan berkas kasus oleh Referral Officer, hingga persidangan oleh IHP jika bukti dinilai mencukupi.

Pada skandal 2021, tiga pemain yang terbukti mengoordinasikan pelanggaran dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di bulu tangkis seumur hidup, sedangkan lima pemain lainnya disanksi larangan bertanding 6-12 tahun beserta denda ribuan dolar AS. Pihak yang disanksi memiliki hak mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) dalam jangka waktu 21 hari.

Mengenai kasus terbaru ini, pihak PBSI belum mengungkapkan secara spesifik alasan detail pencoretan kedua pasangan selain menyatakan sepenuhnya menghormati proses pemeriksaan independen oleh BWF serta meminta publik dan media untuk tidak berspekulasi.

Di tengah tekanan yang berembus pascapencoretan dua ganda senior, Amri/Nita yang menduduki peringkat 17 dunia menjadi sorotan utama akibat performa yang belum konsisten setelah terhenti di babak 32 besar China Open dan Japan Open.

"Sikap tersebut dijadikan sebagai bahan introspeksi dan pelecut semangat," kata Amri menanggapi gelombang kritik dari warganet di media sosial.

Pasangan yang diduetkan sejak pertengahan 2024 ini sebelumnya mencatatkan pencapaian menembus peringkat 16 dunia usai melaju ke semifinal Korea Open dan mengalahkan juara All England 2025 asal China, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui.

"Saya memilih untuk tidak ambil pusing dengan penilaian publik dan tetap fokus pada persiapan menuju kejuaraan dunia," ujar Nita mengenai fokus tim jelang kejuaraan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.