BNPB dan PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Pengembangan Ekonomi Lokal

- Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:25 WIB
BNPB dan PNM Dorong Warga Agam Bangkit Lewat Pengembangan Ekonomi Lokal

Pemulihan masyarakat pascabencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan menghidupkan kembali sumber penghidupan warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan Pemerintah Kabupaten Agam berkolaborasi dalam Program Klasterisasi 2026 untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal.

Program ini mencakup Klaster Olahan Ikan Hasil Danau Maninjau di Huntara Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, serta Klaster Olahan Pinang Salareh Aia di Kecamatan Palembayan. Melalui pelatihan, pendampingan, dukungan sarana produksi, hingga akses pembiayaan, PNM berupaya agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali produktif dan memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Pada Klaster Olahan Ikan Danau Maninjau, PNM bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Agam telah memberikan tiga kali pelatihan kepada kelompok masyarakat Huntara Linggai untuk mengembangkan ikan asap sebagai produk bernilai tambah. Dukungan berupa oven pengasapan juga diberikan, serta akses pembiayaan tanpa agunan sesuai ketentuan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja kelompok.

Pendampingan serupa dilakukan pada Klaster Olahan Pinang Salareh Aia dengan menghadirkan akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Andalas untuk memperkuat keterampilan pengolahan dan kapasitas produksi masyarakat. PNM juga memberikan bantuan oven, pisau pemotong pinang, dan genset, serta meninjau usaha pengolahan pinang milik pelaku usaha lokal yang telah memiliki jaringan pemasok bahan baku.

Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, menilai pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Menurutnya, masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu kembali membangun sumber penghidupan secara mandiri.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, menambahkan bahwa dukungan PNM diarahkan agar potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Pemulihan ekonomi tidak berhenti ketika bantuan diberikan. Yang ingin didorong PNM adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki kemampuan untuk menghasilkan, mengembangkan potensi yang ada di lingkungannya, dan perlahan membangun kemandirian ekonomi setelah bencana,” kata Hendra.

Pemerintah Kabupaten Agam turut mengapresiasi kolaborasi ini. Asisten II Adrinaldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendukung upaya masyarakat untuk bangkit.

“Pemda Agam selalu mendukung masyarakat agar bisa bangkit dari bencana yang telah berdampak kepada kehidupan mereka. Kami berterima kasih kepada BNPB, PNM, dan seluruh mitra yang telah membantu serta memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai program,” katanya.

Melalui pengembangan ikan Danau Maninjau hingga pinang Salareh Aia, PNM berharap potensi lokal tidak hanya menjadi sumber pemulihan ekonomi sesaat, tetapi tumbuh menjadi usaha produktif yang membuka pasar, memperkuat pendapatan keluarga, dan mengembalikan harapan masyarakat Agam untuk membangun masa depan yang lebih mandiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terpopuler