Dana kekayaan negara terbesar di dunia, Government Pension Fund Global milik Norwegia, membukukan laba rekor pada paruh pertama tahun ini. Keuntungan mencapai USD184 miliar atau sekitar Rp3.300 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Reli saham teknologi global menjadi pendorong utama kinerja tersebut. Dana kelolaan Norges Bank Investment Management ini mencatat return 9,4 persen dalam enam bulan pertama tahun ini, seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (12/8/2026).
Dana yang didirikan pada 1990-an untuk menginvestasikan pendapatan minyak dan gas Norwegia ini kini memiliki nilai aset mencapai USD2,3 triliun atau sekitar Rp41.000 triliun. Dengan kepemilikan sekitar 1,5 persen dari seluruh saham tercatat di dunia, dana ini menjadi salah satu investor terbesar di sektor kecerdasan buatan (AI) global.
CEO Norges Bank Investment Management, Nicolai Tangen, mengaitkan hasil gemilang ini dengan kinerja pasar ekuitas yang kuat, terutama saham teknologi Asia. "Hasil ini didorong oleh return yang baik di pasar ekuitas, khususnya dari saham teknologi Asia," ujarnya.
Sebagai bagian dari portofolionya, dana tersebut tercatat memiliki saham di perusahaan teknologi raksasa seperti Nvidia, Microsoft, dan Apple.
Artikel Terkait
Wall Street Rebound, Saham Microsoft Melejit 15%
KOSPI Kembali Anjlok, Investor Lepas Saham Teknologi akibat Kekhawatiran AI
Wall Street Bervariasi, Nasdaq Tertekan Kekhawatiran Belanja AI Berlebihan
Wall Street Melemah Jelang Rilis Laporan Keuangan Raksasa Teknologi