Karhutla Bromo Capai 742,7 Hektare, Kawasan Wisata Ditutup Sementara

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:20 WIB
Karhutla Bromo Capai 742,7 Hektare, Kawasan Wisata Ditutup Sementara

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, telah menghanguskan area seluas 742,70 hektare hingga Senin (10/8/2026). Angka tersebut masih dapat bertambah karena proses pendataan ulang terus dilakukan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Ia menegaskan bahwa pemadaman tidak hanya bertujuan menghilangkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Kita tidak hanya mengejar api padam, tetapi juga memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali. Setelah pemadaman, pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi aman sebelum kawasan kembali dibuka," ujar Suharyanto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2026).

Karhutla di kawasan TNBTS mulai terjadi pada Senin (3/8/2026). Dari 34 titik kebakaran yang sempat terpantau, tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pemantauan. Perkembangan terakhir menunjukkan tidak ada titik api di wilayah P30 dan Dingklik, sementara penanganan darat masih berlanjut di Ranupani.

Dukungan operasi udara juga terus digencarkan. Pada Senin (10/8), water bombing dilakukan sebanyak sembilan rit dengan total 24.000 liter air yang dijatuhkan ke area terdampak. Suharyanto menekankan bahwa operasi darat tetap menjadi bagian penting, termasuk penyisiran dan pendinginan setelah water bombing untuk memastikan api benar-benar padam.

"Kita tidak hanya mengejar api padam, tetapi juga memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali," tuturnya.

Sebagai langkah pencegahan, kawasan TNBTS masih ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman. Penutupan ini bertujuan melindungi pengunjung sekaligus memberi ruang bagi tim gabungan untuk bekerja. Pemerintah juga terus mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api dengan pemantauan ketat pasca-pemadaman.

Karhutla TNBTS menjadi perhatian serius karena kawasan ini merupakan area konservasi sekaligus destinasi wisata alam yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi. Pengendalian api, pencegahan meluasnya area terbakar, serta perlindungan kawasan sekitar menjadi prioritas pemerintah.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, pengelola kawasan, dan unsur terkait terus berkoordinasi. Operasi darat dan udara akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sumber api, terutama di tengah cuaca kering yang membuat api lebih cepat menyebar.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags