Aksi Kamisan Kalimantan Timur ke-443 berlangsung di depan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (23/7/2026) sore. Mengusung tema 'Anak Kita Dikepung Tambang & Diracun MBG', aksi ini bertepatan dengan Hari Anak Nasional dan menyoroti dua ancaman besar terhadap masa depan anak-anak di daerah itu: lubang tambang batu bara yang memakan korban, serta program makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai bermasalah.
Koalisi yang digerakkan Aksi Kamisan Kaltim bersama JATAM Kaltim menuntut penegakan hukum atas kelalaian perusahaan tambang yang tidak melakukan reklamasi. Lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka telah merenggut nyawa anak-anak, dan koalisi mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas semua kasus kematian di lubang tambang tanpa pandang bulu.
Di sisi lain, mereka mengkritik implementasi program MBG dari pemerintah pusat. Program berskala besar itu dinilai rentan terhadap praktik korupsi sistemik dan berisiko mengabaikan keamanan pangan lokal karena tata kelola yang dipaksakan.
Aksi ini juga menjadi seruan bagi seluruh elemen masyarakat sipil untuk tidak tinggal diam dan terus mengawal isu lingkungan hidup serta hak anak atas ruang hidup yang sehat.