Eksperimen pengaturan ulang pasangan ganda putra nasional Malaysia mulai menunjukkan hasil positif. Pasangan anyar Tee Kai Wun dan Yap Roy King sukses merebut gelar juara Korea Masters 2026 di Asan, mengalahkan rekan senegara Man Wei Chong dan Soh Wooi Yik pada partai final dengan skor 21-13 dan 21-18. Ini menjadi gelar perdana bagi kombinasi baru tersebut setelah menjalani periode singkat bersama.
Presiden Badminton Association of Malaysia (BAM), Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, menyambut baik hasil ini. Ia mengakui bahwa keputusan untuk merombak beberapa pasangan ganda putra sempat menuai banyak pertanyaan dan keraguan, terutama pada tahap awal. Namun, ia menegaskan bahwa keberanian mengambil risiko adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi tingkat tinggi.
"Saya tahu ketika tim pelatih memutuskan untuk merombak beberapa pasangan ganda putra nasional, banyak orang mempertanyakan," ujar Zafrul melalui unggahan media sosialnya setelah turnamen usai. "Beberapa juga tidak yakin, terutama saat hasil awal belum menggembirakan. Tapi dalam olahraga prestasi tinggi, terkadang kita harus berani melakukan perubahan jika ingin menemukan pasangan yang lebih kuat."
Selain Tee/Yap, pasangan anyar Aaron Chia dan Aaron Tai juga menunjukkan perkembangan menjanjikan. Mereka berhasil melaju hingga final Taiwan Open dan finis sebagai runner-up, setelah mengalahkan sejumlah pasangan kuat di sepanjang turnamen.
Meski begitu, Zafrul tetap realistis. Ia menilai satu gelar belum cukup untuk membuktikan strategi ini sepenuhnya berhasil. "Memenangkan satu turnamen bukan berarti strategi ini sudah terbukti sepenuhnya. Perjalanan masih panjang. Namun ketika dua pasangan baru berhasil mencapai final dan salah satunya sudah meraih gelar dalam waktu singkat, setidaknya kita melihat tanda-tanda positif," katanya.
Perombakan Menuju Olimpiade 2028
Langkah ini merupakan bagian dari rencana pelatih ganda putra, Herry Iman Pierngadi, yang sejak awal tahun melakukan perombakan untuk menguji kombinasi paling efektif menjelang Olimpiade 2028 Los Angeles. Salah satu konsekuensinya adalah pemisahan pasangan lama Aaron Chia dengan Soh Wooi Yik, yang rencananya akan kembali dipasangkan untuk Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi mulai 17 Agustus.
Pelatih ganda BAM, Rexy Mainaky, tidak khawatir dengan waktu persiapan yang singkat jelang Kejuaraan Dunia. "Kami tidak khawatir karena mereka sudah lama bermain bersama sebelumnya. Fokus utama sekarang adalah mengembalikan ritme permainan saat mereka kembali ke pasangan reguler," jelasnya. Rexy juga menilai para pemain cukup berpengalaman menghadapi kondisi di New Delhi, termasuk kualitas udara yang kurang baik dan gangguan seperti hewan di arena pertandingan.
Dukungan juga datang dari mantan pemain nasional yang kini melatih di Inggris, Tan Kian Meng. Ia menilai langkah ini positif dan mengimbau publik untuk terus mendukung para pemain selama masa adaptasi. "Saya merasa positif dengan langkah ini. Meski hasil belum maksimal, kesempatan ini bisa menyegarkan para pemain sebelum mereka kembali dipasangkan untuk Kejuaraan Dunia," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penggemar sebaiknya memberikan dukungan dan tidak mengkritik saat penampilan para pemain menurun akibat adaptasi pasangan baru.