Prabowo Dukung Penuh Restorasi Ekosistem, 12 Juta Hektare Lahan Kritis Jadi Prioritas

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 05:30 WIB
Prabowo Dukung Penuh Restorasi Ekosistem, 12 Juta Hektare Lahan Kritis Jadi Prioritas

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan penuh terhadap upaya restorasi ekosistem di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah dalam mempercepat pemulihan kawasan hutan yang terdegradasi.

Pernyataan itu disampaikan Raja Juli saat menghadiri peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta, Senin, sebagaimana dilansir Antara. Acara itu digelar bersama jajaran Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

"Saya berterus terang, saya pribadi merasa mendapat dukungan yang luar biasa dari Pak Presiden untuk ruang melakukan restorasi ekosistem ini," kata Raja Juli.

Komitmen kuat Presiden Prabowo dalam pemulihan lingkungan bahkan telah ditegaskan secara terbuka di tingkat internasional. Saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun lalu, Presiden menyatakan komitmen Indonesia untuk memulihkan lahan kritis nasional yang luasnya mencapai 12 juta hektare. Dari jumlah tersebut, 6,7 juta hektare berada di kawasan hutan dan 1,27 juta hektare di antaranya merupakan areal konservasi.

Selain komitmen restorasi lahan kritis, bentuk dukungan konkret lainnya diwujudkan melalui pemenuhan dan penambahan jumlah personel Polisi Hutan (Polhut) untuk memperkuat pengawasan di kawasan konservasi. Penambahan anggota Polhut tersebut ditargetkan mencapai 21 ribu personel, atau setidaknya membuka penambahan 3.000 personel baru dalam waktu dekat.

Raja Juli mengakui bahwa restorasi ekosistem bukanlah perkara mudah. Negara memiliki keterbatasan anggaran untuk melakukan semua yang ditargetkan dalam skala besar secara mandiri. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti atau bersikap pesimistis.

"Sebagai policymaker dan regulator, negara memiliki keterbatasan. Banyak ruang lain yang masih bisa kita exercise, salah satunya membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang berniat baik," ujar Raja Juli.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags