Penggagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Kepri, Sahroni: Bentuk Kerja Sama yang Sangat Baik

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 03:30 WIB
Penggagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin di Kepri, Sahroni: Bentuk Kerja Sama yang Sangat Baik

Upaya gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta TNI Angkatan Laut berhasil menggagalkan penyelundupan hampir 1,3 ton ketamin di perairan Kepulauan Riau. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah cepat dan tegas aparat tersebut, seraya menyebut zat itu mengerikan bagi generasi muda.

"Apresiasi setinggi-tingginya bagi Kepala BNN, Polri, TNI dan bea cukai yang sudah bekerjasama dengan sangat baik dalam melakukan operasi penangkapan narkoba dengan jumlah yang luar biasa ini. Ini adalah bentuk kerjasama yang sangat baik dan kita harap akan terus dijalankan ke depannya demi mengurangi peredaran narkoba di masyarakat dan demi menyelamatkan masa depan generasi muda kita," kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

Ia kemudian menyoroti bahaya ketamin yang dikemas dalam cairan vape. Menurutnya, zat tersebut sulit dideteksi sehingga sangat berbahaya. "Terkait vape yang mengandung narkoba, ini memang mengerikan karena sekarang obat-obatan terlarang sudah beragam jenis dan bentuknya. Karena itulah, dari awal saya mendorong agar vape ini dilarang total saja, demi anak-anak kita," ucap dia.

Bendum DPP NasDem ini pun mendorong BNN dan penegak hukum untuk terus melakukan operasi serupa. "Terus lakukan operasi-operasi agar mereka-mereka sulit lagi untuk bertransaksi dan bisa mencegah lebih awal atas operasi-operasi yang dilakukan oleh aparat-aparat penegakan hukum," tuturnya. Ia menambahkan, "Pada umumnya narkotika pasti sulit dihilangkan, tapi minimal dengan upaya-upaya operasi bisa menurunkan peredaran terutama narkotika melalui vape ini, kalau vape bisa dilarang makin berkurang juga para mafia membuat narkotika itu beredar."

Pengungkapan oleh tim gabungan ini berlangsung pada Jumat (7/8). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan delapan orang anak buah kapal (ABK), terdiri dari satu warga negara Taiwan berinisial TSM (43) dan tujuh warga negara Myanmar, yaitu KH (29), MML (36), ML (55), PL (27), TA (51), ZO (38), serta MML (44).

Para pelaku menyembunyikan barang haram di dalam kompartemen tersembunyi dekat anjungan kapal. Petugas menemukan 65 karung berisi 1.300 bungkus teh cina dengan berat total sekitar 1,3 ton. Hasil uji menggunakan alat Rigaku mengonfirmasi seluruh sampel positif mengandung ketamin.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.