Perbandingan Sikap Malaysia dan Indonesia terhadap Israel: Larangan Total versus Dagang yang Tetap Mengalir

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:20 WIB
Perbandingan Sikap Malaysia dan Indonesia terhadap Israel: Larangan Total versus Dagang yang Tetap Mengalir

Malaysia mengambil langkah tegas dengan memutuskan seluruh hubungan dagang dengan Israel, sementara Indonesia, meski tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, masih mencatat transaksi ekspor-impor yang signifikan. Perbedaan pendekatan ini turut memengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi kedua negara.

Berdasarkan data pendapatan per kapita, Malaysia jauh lebih makmur dibandingkan Indonesia. Pendapatan per kapita Malaysia berkisar antara US$13.000 hingga US$15.000, sementara Indonesia hanya sekitar US$5.000. Angka ini mencerminkan perbedaan dalam kebijakan ekonomi dan perdagangan luar negeri.

Kedua negara sama-sama tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel. Namun, cara mereka menyikapi hubungan dagang sangat berbeda. Malaysia menerapkan larangan total terhadap perdagangan langsung dengan Israel. Perdana Menteri Anwar Ibrahim secara konsisten melarang kapal dagang berbendera Israel bersandar di pelabuhan, menolak masuknya warga negara Israel, dan bahkan menyita kontainer yang diduga menjadi jalur transit komoditas terkait Israel.

Di sisi lain, Indonesia tidak memiliki perjanjian dagang bilateral dengan Israel, tetapi aktivitas ekspor-impor tetap berjalan melalui transaksi pihak ketiga atau skema business-to-business (B2B) di pasar global. Data Kementerian Perdagangan mencatat transaksi tersebut, meskipun tanpa hubungan diplomatik resmi.

Fluktuasi Impor Indonesia dari Israel

Angka impor Indonesia dari Israel menunjukkan tren yang berfluktuasi. Pada tahun 2023, nilai impor mencapai sekitar 22 juta dolar AS. Angka ini melonjak menjadi lebih dari 54 juta dolar AS pada tahun 2024, tahun yang sama ketika konflik di Gaza memuncak dan rumah sakit rata dengan tanah. Pada tahun 2025, impor turun sekitar 27 persen, tetapi pada pertengahan tahun 2026, angka tersebut mulai naik kembali.

Perbedaan sikap antara Malaysia dan Indonesia ini menjadi sorotan, terutama dalam konteks solidaritas terhadap Palestina. Meskipun Indonesia kerap menyuarakan dukungannya, data perdagangan menunjukkan bahwa hubungan dagang dengan Israel masih berlanjut, meskipun tidak secara langsung.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags