Guru di Bogor Dibekali Keterampilan Membuat Konten Pembelajaran Digital

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Guru di Bogor Dibekali Keterampilan Membuat Konten Pembelajaran Digital

Puluhan guru di Sekolah Birrul Waalidain, Salabenda, Kota Bogor, mengikuti pelatihan bertajuk "Smart Teacher Content Creator" pada Jumat (7/8/2026). Pelatihan ini bertujuan membekali para pendidik dengan keterampilan praktis membuat video pendek dan konten pembelajaran menggunakan perangkat sederhana seperti telepon seluler dan laptop.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Sekolah Birrul Walidain ini menghadirkan Reza Surianegara, produser dan sutradara film, sebagai pemateri. Para guru diajak untuk mengemas materi pendidikan dalam format video yang menarik, seiring dengan perkembangan media digital yang pesat.

Ketua Yayasan Birrul Waalidain Bogor, KH Memed Jalaludin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kualitas dan pesan dalam setiap konten yang diproduksi. Ia mengingatkan agar para guru tidak hanya mengejar kuantitas atau tampilan, tetapi memastikan setiap gambar atau video memiliki tujuan dan manfaat.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi Birrul Waalidain. Setiap gambar atau konten yang diambil harus memiliki misi dan berkualitas. Jangan sampai konten yang dibuat tidak memiliki pesan," ujarnya.

Menurutnya, setiap konten yang dibagikan kepada publik membawa konsekuensi terhadap citra lembaga. Karena itu, guru perlu berhati-hati dan mampu memilih materi visual terbaik sebelum dipublikasikan. "Setiap gambar yang dibagikan harus yang terbaik karena akan berdampak kepada masyarakat, khususnya kepada lembaga kita," katanya.

Ia juga mendorong para peserta untuk tidak terburu-buru dalam menghasilkan gambar atau video. Pengambilan gambar dapat dilakukan beberapa kali agar hasil akhirnya benar-benar layak dipublikasikan. "Ambil foto beberapa kali dan pilih yang terbaik," pesannya.

Media Digital untuk Dakwah

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kota Bogor, Ustaz Arijulmanan, yang turut memberikan sambutan, menilai keterampilan media digital bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga sarana memperluas dakwah. Menurutnya, guru memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan generasi muda yang dekat dengan dunia digital.

"Keahlian di media dapat menjadi wasilah untuk meluaskan dakwah," ujarnya. Ia berharap para guru, bahkan siswa, nantinya dapat berkembang menjadi kreator konten yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam melalui berbagai platform media yang sedang berkembang.

"Bapak dan Ibu guru beserta para murid, insya Allah, bisa menjadi content creator yang dapat mendakwahkan Islam dan menegakkan kalimat Allah melalui media-media yang sedang tren sekarang," tuturnya.

Arijulmanan menilai kolaborasi antara ICMI dan Birrul Waalidain merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat pemanfaatan teknologi sebagai sarana pendidikan sekaligus dakwah. Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan produksi konten edukatif dan keislaman yang menjangkau masyarakat lebih luas.

"Dengan berkolaborasi antara ICMI dan Birrul Waalidain, mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi salah satu usaha untuk terus menggali agama Islam dan kemudian mendakwahkannya kepada orang lain, termasuk kepada anak didik kita," tandasnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags