Karhutla di Ketapang Renggut Nyawa Warga yang Terjebak Asap

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 02:30 WIB
Karhutla di Ketapang Renggut Nyawa Warga yang Terjebak Asap

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Sungai Pelang-Tumbang Titi, Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menelan korban jiwa pada Selasa, 4 Agustus 2026. Seorang warga bernama Taufik Hidayat meninggal dunia setelah diduga terjebak kepulan asap tebal dan kobaran api saat melintasi ruas jalan yang terbakar.

Korban ditemukan dalam kondisi tubuh hangus oleh tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang melakukan pencarian di lokasi kejadian. Selain menelan satu korban jiwa, peristiwa tersebut juga menghanguskan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan korban saat melintas di lokasi kebakaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Taufik Hidayat merupakan warga Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Korban dilaporkan baru pulang bekerja saat kejadian dan berupaya melintasi Jalan Poros Sungai Pelang-Tumbang Titi yang saat itu diselimuti asap pekat akibat karhutla.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwanto, membenarkan adanya korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia menjelaskan kronologi berdasarkan laporan dari petugas penanggulangan bencana di lapangan.

"Yang jelas, kami mendapatkan informasi ada satu korban jiwa. Saudara Taufik baru pulang kerja, jadi dalam situasi kabut asap pekat itu mungkin beliau ingin cepat pulang ke rumah," ujar Yunifar.

Yunifar menambahkan, korban diduga mengalami disorientasi pandangan akibat jarak pandang yang sangat terbatas, lalu terjatuh dari kendaraannya di tengah kepulan asap tebal.

"Dari informasi yang kami dapat, saat itu beliau terjatuh, kemungkinan kekurangan oksigen hingga pingsan. Di sisi kanan dan kiri jalan itu terdapat kobaran api yang menyala besar. Akhirnya beliau meninggal dalam posisi terbakar," jelasnya.

Korban meninggal kemudian dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Ketapang untuk proses penanganan lebih lanjut. Dan pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran dan kronologi lengkap peristiwa tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor ke BPBD jika menemukan titik api.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags