Polisi Korea Selatan Geledah Kantor Starbucks Akibat Promosi Kontroversial

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:54 WIB
Polisi Korea Selatan Geledah Kantor Starbucks Akibat Promosi Kontroversial

Polisi Korea Selatan menggeledah kantor pusat Starbucks Korea pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari penyelidikan atas promosi "Tank Day" yang dinilai menghina korban gerakan pro-demokrasi Gwangju 1980. Penggeledahan ini menyusul laporan dari keluarga korban dan kelompok masyarakat sipil yang menuntut pertanggungjawaban atas promosi yang dianggap tidak sensitif tersebut.

Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi "Tank Day" pada 18 Mei, yang bertepatan dengan peringatan pemberontakan Gwangju. Saat itu, sedikitnya 165 warga sipil tewas setelah rezim militer mengerahkan tank ke jalanan untuk membubarkan demonstrasi. Promosi ini memicu kemarahan publik karena dianggap mengejek peristiwa tragis tersebut.

Laporan yang diajukan keluarga korban menyasar pimpinan Shinsegae Group, operator Starbucks Korea, atas dugaan pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap korban maupun keluarganya. "Polisi Seoul menggeledah kantor pusat Starbucks Korea pagi ini sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung," kata juru bicara Shinsegae Group kepada AFP.

Laporan tersebut juga menyebut Chairman Shinsegae Group Chung Yong-jin dan mantan CEO Starbucks Korea Son Jung-hyun, yang sebelumnya mengundurkan diri akibat skandal ini. Keduanya diduga terlibat dalam persetujuan promosi yang menuai kontroversi.

Menanggapi kasus ini, Starbucks Korea telah meminta maaf secara publik dan menutup lebih dari 2.000 gerainya selama satu hari pada Juni lalu untuk memberikan edukasi kepada seluruh karyawan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup oleh para penggugat.

Meski Shinsegae menyatakan investigasi internal mereka tidak menemukan unsur kesengajaan, polisi kini mencari bukti tambahan yang tidak tercakup dalam penyelidikan perusahaan, sebagaimana dilaporkan Yonhap. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini masih jauh dari selesai.

Skandal "Tank Day" juga berdampak pada bisnis Starbucks Korea. Volume transaksi kartu kredit dan debit turun sekitar 17 persen dari Mei ke Juni, menurut data IGAWorks. Ini menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan untuk lebih peka terhadap konteks sejarah dan sosial dalam setiap kampanye pemasarannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags