Banjir kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin (3/8) sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tanggul sungai jebol dan air meluap ke permukiman warga, merendam empat kelurahan di dua kecamatan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Tanti Harahap, mengatakan bahwa peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang memicu jebolnya tanggul. "Hujan deras mengakibatkan tanggul jebol lagi dan air sudah memasuki permukiman warga," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/8).
Empat kelurahan yang terendam banjir tersebar di Kecamatan Tukka dan Badiri. Di Kecamatan Tukka, banjir melanda Kelurahan Sipange, Kelurahan Hutanabolon, dan Lingkungan IV Pasar Tukka. Sementara itu, di Kecamatan Badiri, banjir merendam Kelurahan Sopian.
Meski banjir telah surut pada Selasa (4/8) sekitar pukul 11.35 WIB dan warga mulai beraktivitas normal, BPBD mencatat masih ada 201 warga yang bertahan di pengungsian. Mereka terdiri dari 175 orang dewasa, 10 bayi, 9 lansia, dan 7 balita, yang kini menempati tenda-tenda pengungsian.
Tanti memastikan kondisi terkini sudah berangsur pulih. "Sudah dalam kondisi normal serta arus lalu lintas sudah kembali lancar," pungkasnya.
Artikel Terkait
Puluhan Relawan Dikerahkan untuk Pemakaman Wanita Berbobot 300 Kilogram di Sragen
Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Padang, Warga Dievakuasi
Longsor Tutup Akses Jalan, 2.104 Warga di Morowali Terisolasi
Banjir Landa Desa Cane Toa di Gayo Lues, Warga Dievakuasi