Musisi Baskara Putra, yang dikenal dengan nama panggung Hindia, mengaku lelah dan sempat stres saat menciptakan lagu yang mengangkat isu perubahan. Pengakuan ini disampaikan saat ia berkolaborasi dengan Banda Neira dalam EP perdana bertajuk Garis Tegak, yang diproduseri oleh Lafa Pratomo.
"Kayaknya setelah menulis lagu-lagu yang tanda kutip berusaha memperjuangkan hal-hal yang lebih besar, bukan berarti itu hal yang buruk, tapi tidak dipungkiri itu ada capeknya juga kadang-kadang gitu," kata Baskara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Pelantun "Kita ke Sana" ini menyadari bahwa kehadirannya melalui musik hanyalah sebagian kecil dari hal besar yang terjadi. Kesadaran ini membuatnya memahami kapasitasnya sebagai musisi yang juga bisa lelah dalam menciptakan karya.
"Ternyata setelah melihat apa yang berjalan berapa tahun ke belakang, kita semua tuh cuma gerigi yang sangat kecil dari hal-hal yang sangat besar," tuturnya.
"Dan kadangkala ada hal-hal yang setelah terjadi bikin kita sadar, mau gimana pun juga butuh lebih dari bikin lagu kayak gini buat bikin perubahan gitu. Dan lama-lama itu bikin capek, bikin frustrasi, bikin bingung mau nulis apa gitu kalau perspektifnya dari saya sendiri," sambungnya.
Pentingnya Memikirkan Diri Sendiri
Menyambung pernyataan Hindia, Ananda Badudu dari Banda Neira yang juga kerap menciptakan karya bertema sosial menekankan pentingnya memikirkan diri sendiri sebelum melihat hal yang lebih besar dan rumit. Menurut Ananda, tanpa memikirkan diri sendiri lebih dulu, hal itu justru akan membawa efek buruk atas ketidakwarasan yang terjadi.
"Kalau misalnya kita di dalam rumahnya nggak mengontrol diri kita, kewarasan kita, gimana kita mau menghadapi dunia luar yang... di dunia yang semakin gila ini gitu kan hari demi hari. Situasi dunia, situasi negara yang semakin... ya kita tahulah gitu dari berbagai informasi ngerasa semakin gila," ungkap Ananda.
Melalui kolaborasi Hindia dan Banda Neira ini, Ananda berharap bisa tetap memberi kewarasan bagi para pendengar melalui karyanya. "Di lagu ini kami ingin ngomong itu ya, kita kontrol apa yang bisa kita pegang untuk kita siap menghadapi apa pun yang di luar sana. Rencananya sih gitu ya," kata Ananda.
Alasan Menyatukan Hindia dan Banda Neira
Terakhir, Lafa Pratomo membeberkan alasan memilih menyatukan Hindia dan Banda Neira dalam satu kolaborasi. "Eksperimen sih tapi kayak eksperimen yang menurut gua wah ini pasti udah pasti berhasil deh gitu. Sangat tidak ragulah dengan mereka berdua," ucap Lafa.
Dalam EP Garis Tegak, kolaborasi Hindia dan Banda Neira menjadi rangkaian penutup yang melengkapi karya-karya Lafa Pratomo. EP Garis Tegak berisikan enam lagu hasil kolaborasi musisi lintas genre yang akan dirilis setiap bulannya. Proyek pembuka EP ini akan menghadirkan Feby Putri dan Matter Mos lewat lagu "Seperti Angka 8", yang dirilis pada 4 Agustus 2026 di digital streaming.
Artikel Terkait
Hindia dan .Feast Akui Gugup Tampil Bareng Erwin Gutawa di Forestra 2026